Perjuangan Mbah Lasinah

Mbah Lasinah merupakan salah satu nenek perkasa di Desa Dawung, Kediri-Jawa Timur, yang setiap hari menjual kelapa dengan menuntun sepeda tuanya ke pasar cangkring

Games & Pictures Resource Pack

Kali ini saya akan share soal dan games dari kang guru, jika berminat klik saja disini . . . . .

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 08 November 2014

Creation

Karya Pertama
Judul : ROKOK ANDA : Relakah Mati Demi Sebatang Rokok ?
Penulis : Ariyadin
Penerbit : Manyar Media : Yogyakarta (2008)
Tebal : 127
Harga : Rp 16.000
ISBN : 978-979-2495-02-7
Sinopsis
Buku ini akan menyadap secara ringkas yang terkait dengan wanita--"Rokok dan Wanita". Dalam halaman buku ini terbentan tulisan yang menyatakan bahwa rokok itu bukan monopoli kaum Adam peminatnya, namun kaum Hawa ternyata cukup banyak yang
Menurut badan Kesehatan dunia [WHO], meningkatnya jumlah wanita perokok dikarenakan kepiawaian perusahaan dalam melakukan promosi yang menarik melalui berbagai media massa [cetak atau elektronik], fashion, dan dunia hiburan [entertainment], misalnya dengan memberikan label "mild" atau "light" yang konon sifatnya lebih ringan daripada kretek. Selain itu masih ada beberapa faktor yang juga menjadi pemicu meningkatnya jumlah wanita perokok, antara lain: memiliki teman perokok, memilki, keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok, tidak mempunyai pengetahuan tentang bahaya merokok, broken home, mempunyai keluarga yang permisif terhadap perilaku merokok, memiliki orang tua perokok

Karya Kedua
Judul : Sekeping Hati, Sepotong Cinta
Penulis : Ariyadin
Penerbit : Bitreads : Jakarta (2014)
Tebal : 128
Harga : Rp 20.000 (PDF), Rp 124.930
ISBN
Sinopsis
Cinta merupakan topik utama dalam kehidupan manusia yang tiada habis pembahasannya, ribuan puisi, lagu dan buku yang telah diciptakan, namun cinta tetap menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan. Cinta selalu menjadi idaman dalam hati para insan manusia. Kendati sudah dibahas sejak dulu, definisi cinta masih tetap menjadi perdebatan. Hal ini dikarenakan definisi cinta sering kali didasarkan pada pengalaman pribadi, sehingga sedangkan pengalaman setiap orang berbeda, oleh karena itulah lahir bermacam-macam definisi. Dan karena cinta juga, kita tidak bisa membedakan antara rasa suka, rasa cinta da n rasa kasih sayang., padahal ketiganya memang benar-benar memiliki perbedaan.
Sebagian besar pemuda, dalam menetukan pasangan hidup sering kali ditentukasn oleh pesona fisik. Padahal inner beauty (akhlak / agama) dalah yang lebih utama. Dan karena adanya standarisasi kecantikan dari masyarakat (kulitnya halus dan putih, pakaiannya ketat, transparan dan mahal) banyak remaja putri yang melupakan aturan agama hanya agar dibilang cantik. Dalam islam pun juga telah ditegaskan bahwa ketika memilih pendamping hidup agama harus lebih diutamakan dari pada kondisi fisik, status dan harta. Seperti yang kita ketahui bahwa pesona fisik bisa habis terkikis oleh usia sedangkan akhlak akan bertahan sampai kapan pun juga, karena inilah  akhlak lebih diutamakan.
Dalam hubungan cinta pun, sebuah pengorbanan sangat dibutuhkan karena tanpa adanya pengorbanan, cinta terasa hambar dan tiada arti. Namun, banyak remaja yang salah ketika memberikan pengorbanan, misalnya sauja dengan memberikan kehormatannya, kawin lari, bunuh diri karena cinta, merayakan hari valentine yang jelas-jelas bukan ajaran dari islam dan lain-lain. Cinta memang butuh pengorbanan, namun jika terlalu banyak pengorbanan namanya bukan cinta, melainkan hanya nafsu semata, hal itulah yang harus di ingat.


Karya Ketiga
Judul : I Love Jilbab, Not Jilboobs
Penulis : Ariyadin
Penerbit : Bitreads : Jakarta (2014)
Tebal : 128
Harga : Rp 20.000 (PDF), Rp 124.930
ISBN
Sinopsis

Karya Keempat
Judul : Doa Kita Tidak Di Kabulkan ?
Penulis : Ariyadin
Penerbit : Bitreads : Jakarta (2014)
Tebal : 128
Harga : Rp 20.000 (PDF), Rp 124.930
ISBN
Sinopsis


Karya Kelima
Judul : KEDIRI UNDER PLAGIATOR :
Penulis : Ariyadin
Penerbit : Bitreads : Jakarta (2014)
Tebal : 128
Harga : Rp 20.000 (PDF), Rp 124.930
ISBN
Sinopsis

Education

Pertama, penulis bersekolah di TK Darma Wanita Dawung Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Dan melanjutkan ke SDN Dawung 1 yang pada waktu itu kepala sekolahnya adalah Bapak Sukemi dari Sarehan, Dawung. Setelah lulus penulis tidak langsung melanjutkan sekolah karena ada kendala biaya, setahun kemudian, penulis akhirnya bias melanjutkan sekolah ke MTsN Kandat atau yang lebih dikenal dengan MTsN Balong. Pada saat itu, kepaa sekolahnya Bapak Joko Sumedi, rumahnya depan SMA Kandat. Selama di MTsN Balong penulis aktif dalam OSIS dan Pramuka Dalam OSIS, Penulis menjabat sebagai Sekretaris pada masa OSIS dengan ketua Samsul Hadi, sedangkan pada masa Isti Ainun Riza menjabat sebagai Bendahara.
Setelah lulus dari MTsN Balong, Penulis melanjutkan ke MA Ar-Rosyaad, lalu melanjutkan ke STAIN Kediri dengan mengambil jurusan Tadris Bahasa Inggris. Setelah lulus S-1 Penulis aktif dalam Jurnalistik dan Blogging.

Kamis, 06 November 2014

My Weding




My Students



PPL STAIN + UM





Hana Hasnia Saabiqus Zia #1













Pengertian Plagiasi

Menurut Sardy. S, Plagiasi adalah tindak pengambilan, pencurian pendapat, ide, pemikiran, kata, kalimat, karangan orang lain, dengan menjadikan sebagai milik sendiri. Sedangkan menurut kamus besar bahasa indonesia “Plagiat ialah pengambilan karangan orang lain dan menjadikannya seolah – olah karangan sendiri. Plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta”. Menurut wikipedia, Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.

Plagiarisme didefinisikan dalam buku “Kode Etika Peneliti” (MPR LIPI, 2007) sebagai mengambil alih gagasan, atau kata-kata tertulis dari seseorang, tanpa pengakuan pengambilalihan dan dengan niat menjadikannya sebagai bagian dari karya keilmuan yang mengambil.

Menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) plagiarism as the reuse of someone else's prior ideas, processes, results, or words without explicitly acknowledging the original author and source. (plagiarisme adalah penggunaan ulang ide seseorang, proses, hasil, atau kata-kata tanpa memberikan pengakuran kepada pengarang dan sumber aslinya). The American Heritage Dictionary of the English Language (4th Ed.) mendefinisikan plagiasi sebagai "a piece of writing that has been copied from someone else and is presented as being your own work." (potongan karya tulis yang telah disalin dari orang lain dan dipresentasikan sebagai karyanya sendiri). Sedangkan The American Heritage Dictionary (2nd College Ed.) mendefinisikan plagiasi "to take and use as one's own the writings or ideas of another."(mengambil dan menggunakan karya tulis atau ide seseorang sebagai miliknya).

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Plagiat Di Perguruan Tinggi, “Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalarn rnemperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”.
Sedangkan Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Plagiat Di Perguruan Tinggi, Plagiator adalah orang perseorangan atau kelompok orang pelaku plagiat, masing-masing bertindak untuk diri sendiri, untuk kelompok atau untuk dan atas nama suatu badan.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
Majelis Profesor Riset, Kode Etika Peneliti, LIPI Press, 2007
http://www.ieee.org/publications_standards/publications/rights/plagiarism_FAQ.html diakses tanggal 10 Mei 2014

Menggugat Perda Kediri

Bagi warga Kediri, tentu tidak asing dengan program parkir berlangganan yang dituangkan pemerintah daerah dalam Perda Kabupaten Kediri Nomor  25  Tahun  2011 Tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum. Bab II tentang Ketentuan Perparkiran Pasal 2 ayat 1  menyatakan bahwa tujuan parkir berlangganan adalah “Pelayanan perparkiran di tepi jalan umum bertujuan untuk mengendalikan dan mengatur pengguna jalan umum guna menekan angka kemacetan lalu lintas”. Dan sebagaimana telah diatur jenis dalam Bab II Ketentuan Perparkiran Pasal 2 ayat 2, sisitem pemungutan parkir ada dua macam, “Sistem  pelayanan  perparkiran  di  tepi  jalan  umum  terdiri  dari  sistem  parkir berlangganan dan sistem parkir non berlangganan”.

Pengertian Parkir, Jalan Dan Tempat Parkir
Pengertian parkir dalam perda tersebut (pasal 1 ayat 5) adalah “Parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya”. Pengertian jalan (pasal 1 ayat 6) adalah “Seluruh  bagian  jalan,  termasuk  bangunan  pelengkap  dan perlengkapannya  yang  diperuntukkan  bagi  lalu  lintas  umum,  yang  berada  pada permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/ atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel”. Sedangkan tempat parkir (pasal 1 ayat 7) adalah “Tempat yang berada di tepi jalan umum dan telah ditetapkan oleh Kepala Daerah sebagai tempat Parkir Kendaraan Bermotor”.

Tarif Parkir Berlangganan
Untuk memudahkan dalam pembayaran, maka besaran tarif berlangganan telah ditentukan oleh pemerintah. Adapaun tarif berlangganan telah ditentukan dalam dalam Bab VII Struktur Dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal  10
(1)  Struktur dan besarnya tarif Retribusi untuk setiap kali Parkir ditetapkan sebagai berikut :
a.  Mobil bis dan mobil barang dengan JBB >3500 Kg, sebesar Rp. 2.000,-;
b.  Mobil  penumpang  dan  mobil  barang  dengan  JBB  > 3500  Kg,  sebesar  Rp. 1.000,-;
c.  Sepeda motor, sebesar Rp. 500,-.
(2)  Struktur  dan  besarnya  Tarif  Retribusi  Parkir  Berlangganan  selama  satu  tahun ditetapkan sebagai berikut :
a.  Kendaraan roda 4 (empat) atau lebih sebesar Rp. 20.000,- ;
b.  Sepeda Motor sebesar Rp. 10.000,- .
Semua biaya ini otomatis akan digabungkan dengan pembayaran ketika melakukan heregistrasi kendaraan bermotor, dalam STNK juga diselipkan kartu sebagai bukti telah membayar parkir berlangganan dan sebagaimana bunyi Pasal 12 bahwa “Bagi  yang  telah  membayar  retribusi  parkir  berlangganan  tidak  dipungut  retribusi parkir di tepi jalan umum”, maka kita sudah tidak diwajibkan untuk membayar biaya parkir lagi ditempat yang telah ditentukan.

Efektifkah Perda Ini ???
Disatu sisi program parkir berlangganan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menambah pendapat asli daerah, namun disisi lain juga menimbulkan masalah yang ujung-ujungnya diduga telah merugikan pemakai jasa tarif berlangganan. Beberapa masalah tersebut adalah
Pertama, ketidakjelasan tempat parkir berlangganan. Dalam Perda tersebut telah disebutkan bahwa tempat parkir (pasal 1 ayat 7) adalah “Tempat yang berada di tepi jalan umum dan telah ditetapkan oleh Kepala Daerah sebagai tempat Parkir Kendaraan Bermotor”. Masalahnya adalah “Tempat yang telah ditentukan oleh Kepala Daerah sebagai tempat Parkir Kendaraan Bermotor” tersebut dimana ? Karena sepanjang pengamatan penulis sangat sedikit tempat tersebut. Dan kadang kala para pengguna harus perang mulut dengan petugas parkir/jukir masalah uang parkir. Tentu beberapa orang pernah mengalami ketika parkir, terutama disekitar Bank Indonesia ke selatan sampai Sumur Bor, atau yang lebih dikenal dengan Jalan Dhoho, ketika parkir diwilayah tersebut masih saja dimintai uang parkir.
Sering kali Penulis parkir didaerah Jalan Dhoho, karena memang sering membeli barang-barang didaerah tersebut. Dan ketika hendak pulang, Penulis dimintai uang parkir oleh Jukir. Dan ketika penulis mencoba berdebat bahwa sudah membayar parkir berlangganan, mereka berdalih bahwa daerah tersebut adalah “Wilayah Kota dan Bukan wilayah Kabupaten” sehingga parkir berlangganan tidak berlaku di wilayah Kota Kediri dan. Jika memang halnya demikian, lantas “Tempat untuk parkir bagi pengguna jasa parkir berlangganan diwilayah Kabupaten Kediri dimana ?”. Hal ini harus jelas agar masyarakat tidak dirugikan.
Dalam kasus lain, terutama saat ramadhan dan hari raya, kendaraan kita bisa berpindah tempat parkir, misalnya seperti yang penulis alami, ketika malam ramadhan penulis parkir didepan Toko Madina, ketika hendak pulang kendaraan penulis sudah berada ditempat parkir di gang sempit sebelah utara Toko Borobudur, padahal didepan Toko Madina juga ada Jukir. Dan tarifnya pun kadang sampai Rp. 4.000. Bagaimana hal ini bisa terjadi, apakah diantara mereka ada kong kalikong ?? Dan apakah ada bagi hasil diantara mereka ??? Hanya Tuhan yang tahu. Sebetulnya ini bukan masalah besar kecilnya uang, akan tetapi Penulis, dan mungkin juga pengguna parkir berlangganan yang lain, ingin memanfaatkan layanan tersebut sebagai imbal balik karena telah membayar.
Kedua, tidak semua masyarakat menikmati parkir berlangganan. Tidak semua masyarakat bisa menikmati parkir berlangganan, hal ini dikarenakan tidak semua masyarakat kegiatan ekonominya berada didaerah kota, dan mereka ada yang hanya pergi ke wilayah kota hanya sekali dalam setahun. Lantas bagaimana dengan mereka yang telah membayar biaya tersebut ?? Imbal balik apa yang akan mereka terima karena jika didesa parkir tidak membayar alias gratis. Dan parkir bisa dilakukan dimanapun bahkan dipinggir sungai atau sawah.

Penggunaan Is dan are

Dalam bahasa inggris, untuk menyatakan bahwa benda tersebut adalah tunggal/singular, maka digunakan “is”. Biasanya kata tunggal/singular disertai dengan artikel “a dan an”. Artikel “a dan an” sering kali terletak didepan kata tunggal/singular noun. Artikel “a” terletak didepan kata yang diawali dengan huruf konsonan (b, c, d, f, g, h dll). Misalnya
  • Rome is a city
  • Mexico is a country
  • China is a country
  • Dawung is a village
Sedangkan Artikel “an” terletak didepan kata yang diawali dengan huruf vokal (a, i, u, e, o). Misalnya
  • A bee is an animal
  • A fly is an insect
  • A lion is an animal
  • An ant is an insect
  • A bear is an animal
Dan untuk menyatakan bahwa suatu benda adalah jamak/pural, maka digunakan “are”. Kata benda dalam kata jamak/plural biasanya diakhiri dengan huruf “s”. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penambahan huruf “s”.
Jika kata benda yang diakhiri dengan huruf konsonan dan huruf “ch, ss dan x”, maka ditambah huruf “es”. Misalnya
  • Church ≫≫ There are chruches
  • Box ≫≫ That are boxes
  • Glass ≫≫ Looks ! Those are glasses
 Jika kata benda yang diakhiri dengan huruf “y”, maka ditambah huruf “ies”. Misalnya
  • Study ≫≫ They are studies
  • Country ≫≫ Indonesia and Thailand are countries
  • City ≫≫ Kediri and Blitar are cities
 Jika kata benda yang diakhiri dengan huruf vokal “b, c, k dll”, maka ditambah huruf “s”. Misalnya
  • Ants are thrusty
  • Computers are machines
  • Rabbits are animals
  • Carrots are vegetables
Referensi :
Betty Scrampfer Azar. 1995. Basic English Grammar Second Edition. United States of America : Prentice Hall Regents
Betty Scrampfer Azar. 1989. Understandng and Using English Grammar Second Edition. United States of America : Prentice Hall Regents
Soegeng H.S dkk. 1994. Komunikasi Aktif Bahasa Inggris 1A. Solo : Tiga Serangkai

Rabu, 05 November 2014

Masa Puber


Banyak remaja yang tidak mengetahui dengan masa-masa yang telah mereka lewati, terutama masa puber. Pada masa ini banyak yang tidak tahu dengan perubahan yang ada pada dirinya sendiri, sehingga ada beberapa remaja yang menganggapnya sebagai sebuah keanehan, dan mereka menguburnya dalam-dalam sehingga mereka terjebak dalam masa puber tanpa ada pendamping. Dan dikarenakan rasa malu untuk bertanya yang ada pada dirinya, mereka tidak tahu harus berbuat apa.

Apa Sich Puber ??
Setiap manusia pasti melewati masa pubertas dalam kehidupannya. Pubertas merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju masa remaja. Pubertas berasal dari bahasa Inggris “pubish”, yaitu rambut yang tumbuh disekitar kemaluan. Dalam bahasa jawa rambut ini disebut dengan jembut (baca : jembot), namun karena kata-kata ini dirasa terlalu kasar, maka lebih baik menggunakan kata rambuber.

Kapan Masa Puber Terjadi ??
Pubertas mulai terjadi pada usia 8 hingga 10 tahun. Namun ada faktor lain yang mempengaruhi masa pubertas terjadi lebih awal, misalnya makanan, pergaulan, dan tayangan yang disaksikan oleh seseorang.

Apa Ciri-Cirinya ??
Pada masa puber, biasanya seseorang akan mengalami beberapa perubahan terhadap fisik mereka, baik laki-laki maupun perempuan. Namun perubahan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan tidaklah sama. Perubahan fisik yang terjadi pada perempuan adalah
a.       Kulit menjadi halus
b.      Payu dara semakin bertambah besar dan puting menonjol keluar
c.       Mengalami haid atau menstruasi
d.      Pantat/pinggul bertambah besar
e.       Rambut tumbuh diketiak dan disekitar alat kelamin
f.       Bentuk tubuh menjadi sedikit bulat karena lemak mulai menumpuk
g.      Cairan yang keluar dari vagina lebih nyata terlihat
h.      Sel telur mulai keluar dari indung telur
Sedangkan perubahan yang terjadi laki-laki adalah
a.       Suara menjadi agak berat dan dalam
b.      Adanya jakun
c.       Tubuh menjadi lebih berotot
d.      Bahu dan dada menjadi lebih bidang
e.       Tumbuh bulu-bulu dibeberapa bagian tubuh, misalnya disekitar alat kelamin, lengan dan tungkai, wajah dada dan punggung
f.       Penis dan buah pelir (testikel) menjadi lebih besar dan berwarna lebih gelap
g.      Pada saat mimpi basah dan masturbasi dapat terjadi ejakulasi
Perubahan fisik yang terjadi pada anak laki-laki dan anak gadis
a.       Tinggi dan berat badan bertambah
b.      Wajah berubah bentuk dan menjadi lebih berisi
c.       Keringat keluar lebih banyak dan kulit menjadi berminyak
d.      Mulai muncul jerawat

Referensi :
Wendy Darvill dan Kelsey. 2002. The Puberty Book : Panduan Untuk Remaja. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Ahmad Zaki. Tanpa Tahun. Fikih Seksual. Tanpa Kota : Jawara
http://readeroffers.irishtimes.com/csp/irish/readeroffers/products/medium/GG_ITGMW64.jpg
http://id.wikipedia.org/wiki/Pubertas