Dengan Bismillah Bisa LulusKuliah

Dapat melanjutkan hingga Perguruan Tinggi adalah dambaan setiap orang, apalagi bagi penulis yang berasal dari keluarga serba kekurangan. Jika kita memang niat mencari ilmu pasti Alloh akan memberikan jalan . . . . . .

Terus Bekerja Di Usia Senja

Bekerja adalah kewajiban seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, karena bekerja lebih baik dari pada meminta-minta, begitulah apa yang dilakukah Mbah Lasinah di usianya yang sudah senja . . . . . .

Guru Oon Ketemu Murid Bloon

Sungguh aneh, ada guru yang menyuruh muridnya yang baru kelas satu untuk mencari dan menterjemahan hadis di internet . . . . .

Download Soal Listening BahasaInggris

Bahasa inggris adalah bahasa yang tergolong sulit untuk kita, jika teman-teman atau siapa saja yang butuh soal latihan, klik ja disini, semuanya free . . . .

Saat Talak Tak Dapat Terelak

Talak adalah perbuatan yang diperbolehkan, namun sangat dibenci oleh Alloh. Talak dapat terjadi kerena beberapa faktor . . . . .

Tuesday, April 21, 2015

Adab Tidur



Pertama, mematikan api ketika tidur dan menutup pintu dan jendela dengan menyebut nama Alloh.
عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ احْتَرَقَ بَيْتٌ عَلَى أَهْلِهِ بِالْمَدِينَةِ مِنْ اللَّيْلِ فَلَمَّا حُدِّثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَأْنِهِمْ قَالَ إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِيَ عَدُوٌّ لَكُمْ فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ

Dari Abu Musa radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, "Pada suatu malam, ada rumah seorang penduduk Madinah terbakar. Ketika penyebab peristiwa itu dilaporkan kepada Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, 'Sesungguhnya api itu musuh kalian. Oleh karena itu, apabila kalian hendak tidur, maka padamkanlah api" (HR. Muslim)
عَنْ جَابِرٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَغْلِقْ بَابَكَ وَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا وَأَطْفِ مِصْبَاحَكَ وَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ وَخَمِّرْ إِنَاءَكَ وَلَوْ بِعُودٍ تَعْرِضُهُ عَلَيْهِ وَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ وَأَوْكِ سِقَاءَكَ وَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ
Dari Jabir, dia berkata: Dari Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Tutuplah pintumu dan ingatlah atau sebutlah nama Allah, karena sesungguhnya syetan tidak akan membuka pintu yang tertutup. Padamkan lampumu dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejanamu walaupun hanya dengan menggunakan sebatang kayu dan sebutlah nama Allah. Juga tutuplah Siqa' (bejana dari kulit). (HR. Abu Daud, Shahih menurut Al-Albani)
Kedua, tidak tidur sebelum isya dan bercakap-cakap sesudah isya.
عَنْ أَبِي بَرْزَةَ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْ النَّوْمِ قَبْلَهَا وَالْحَدِيثِ بَعْدَهَا

Dari Abu Barzah, ia berkata, "Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk tidur sebelumdan berbincang-bincang sesudahnya."(HR. Abu Daud, Shahih menurut Al-Albani)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا عَوْفٌ قَالَ أَحْمَدُ وَحَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ هُوَ الْمُهَلَّبِيُّ وَإِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ جَمِيعًا عَنْ عَوْفٍ عَنْ سَيَّارِ بْنِ سَلَامَةَ هُوَ أَبُو الْمِنْهَالِ الرِّيَاحِيُّ عَنْ أَبِي بَرْزَةَ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami, Husyain menceritakan kepada kami, Auf menceritakan kepada kami. Ahmad berkata, "Abad bin Abad -yaitu Ai Muhallabi- dan Ismail bin Ulayah menceritakan kepada kami dari Auf, dari Sayar bin Salamah -dia adalah Abu Minhal Ar-Rayahi- dari Abu Barzah, ia berkata, 'Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum Isya' dan bercakap-cakap sesudahnya." (HR. Ibnu Majjah, Shahih menurut Al-Albani)
Ia berkata, "Didalam bab ini terdapat hadits Aisyah, Abdullah bin Mas'ud, dan Anas."  Abu Isa berkata, "Hadits Abu Barzah shahih. " Sebagian besar ulama membenci tidur sebelum shalat Isya' dan berbincang-bincang (ngobrol) sesudahnya. Sebagian mereka ada yang memberi keringanan tentang hal itu. Abdullah bin Al Mubarak berkata, "Kebanyakan hadits-hadits itu menunjukkan bahwa hukumnya adalah makruh." Sebagian mereka meringankan untuk tidur sebelum shalat Isya' pada bulan Ramadhan. Sayar bin Salamah adalah Abu Minhal Ar-Rayahi.
Ketiga, tidur dalam keadaan suci
عن الْبَرَاء بْن عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَوَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلَامِكَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ قَالَ فَرَدَّدْتُهُنَّ لِأَسْتَذْكِرَهُنَّ فَقُلْتُ آمَنْتُ بِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Dari Al Barra bin Azib radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur, maka berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat. Setelah itu berbaringlah dengan miring ke kanan, lalu berdoalah, 'Ya Allah ya Tuhanku, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dalam keadaan aman dan bahaya, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari adzab-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus.' Jadikan bacaan tersebut sebagai penutup ucapanmu menjelang tidur. Apabila kamu meninggal dunia pada malam itu, maka kamu meninggal dalam kesucian diri {fitrah}." Al Barra" berkata, "Saya mengulang-ulang bacaan tersebut agar hafal dan saya ucapkan 'Saya beriman kepada rasul-Mu yang telah Engkau utus.' Lalu Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam berkata, "Ucapkanlah, 'Saya beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus.'" (HR. Muslim)
Keempat, membaca doa sebelum tidur
عن عَلِيٌّ أَنَّ فَاطِمَةَ اشْتَكَتْ مَا تَلْقَى مِنْ الرَّحَى فِي يَدِهَا وَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْيٌ فَانْطَلَقَتْ فَلَمْ تَجِدْهُ وَلَقِيَتْ عَائِشَةَ فَأَخْبَرَتْهَا فَلَمَّا جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ عَائِشَةُ بِمَجِيءِ فَاطِمَةَ إِلَيْهَا فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْنَا وَقَدْ أَخَذْنَا مَضَاجِعَنَا فَذَهَبْنَا نَقُومُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَكَانِكُمَا فَقَعَدَ بَيْنَنَا حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَ قَدَمِهِ عَلَى صَدْرِي ثُمَّ قَالَ أَلَا أُعَلِّمُكُمَا خَيْرًا مِمَّا سَأَلْتُمَا إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا أَنْ تُكَبِّرَا اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ وَتُسَبِّحَاهُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتَحْمَدَاهُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَهْوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ". و زاد وَفِي أخرى: قَالَ عَلِيٌّ مَا تَرَكْتُهُ مُنْذُ سَمِعْتُهُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قِيلَ لَهُ وَلَا لَيْلَةَ صِفِّينَ قَالَ وَلَا لَيْلَةَ صِفِّينَ.
Dari Ali bin Abu Thalib radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Fatimah radhiyallohu ‘anha merasa sakit tangannya karena menumbuk tepung dan ketika itu ada seorang pelayan yang menawarkan dirinya kepada Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam. Fatimah datang menemui Rasulullah untuk meminta seorang pembantu. Tetapi ia tidak berhasil menemui Rasulullah dan hanya bertemu dengan Aisyah. Kemudian Fatimah menitip pesan kepada Aisyah untuk disampaikan kepada Rasulullah. Ketika Rasulullah tiba di rumah, Aisyah pun memberitahu beliau tentang kedatangan Fatimah. Ali bin Abu Thalib berkata, "Lalu Rasulullah pergi ke rumah kami ketika kami tengah berbaring hendak tidur. Maka kami segera bangun, tetapi beliau mencegahnya seraya berkata, 'Tetaplah di tempat kalian." Kemudian Rasulullah duduk di antara kami hingga saya merasakan dinginnya telapak kaki beliau yang menyentuh dada saya. Setelah itu, Rasulullah bersabda, "Inginkah kalian berdua aku ajarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta? Apabila kalian berbaring hendak tidur, maka bacalah takbir tiga puluh empat kali, tasbih tiga puluh tiga kali, dan tahmid tiga puluh tiga kali. Sesungguhnya yang demikian itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu." Ada tambahan dalam riwayat lain: bahwasanya Ali berkata, "Saya tidak pernah meninggalkan bacaan tersebut semenjak saya mendengarnya dari Rasulullah." Seseorang bertanya kepadanya, "Hai Ali, apakah kamu juga tidak meninggalkan doa ini pada malam perang Shiffin?" Ali menjawab, "Ya. Saya tidak pernah meninggalkan bacaan ini pada malam perang Shiffin sekalipun." (HR. Muslim)
عن الْبَرَاء بْن عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلَامِكَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ قَالَ فَرَدَّدْتُهُنَّ لِأَسْتَذْكِرَهُنَّ فَقُلْتُ آمَنْتُ بِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Dari Al Barra bin Azib radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur, maka berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat. Setelah itu berbaringlah dengan miring ke kanan, lalu berdoalah, 'Ya Allah ya Tuhanku, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dalam keadaan aman dan bahaya, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari adzab-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus.' Jadikan bacaan tersebut sebagai penutup ucapanmu menjelang tidur. Apabila kamu meninggal dunia pada malam itu, maka kamu meninggal dalam kesucian diri {fitrah}." Al Barra" berkata, "Saya mengulang-ulang bacaan tersebut agar hafal dan saya ucapkan 'Saya beriman kepada rasul-Mu yang telah Engkau utus.' Lalu Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam berkata, "Ucapkanlah, 'Saya beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus.'" (HR. Muslim)
حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ رِبْعِيٍّ عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Abdul Malik dari Ribi'I dari Hudzaifah radliallahu 'anhu dia berkata; "Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipi, kemudian beliau mengucapkan: "Bismika amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup)." Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: 'Al Hamdulillahilladzii ahyaana ba'da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali). (HR. Bukhari)
عَنْ الْبَرَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ قَالَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Dari Al Barra" bin Azib radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya apabila Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, maka beliau membaca doa, "Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati. " Apabila bangun dari tidur, maka beliau membaca doa, "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nyalah tempat kami kembali. "(HR. Muslim)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ أَمَرَ رَجُلًا إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ قَالَ اللَّهُمَّ خَلَقْتَ نَفْسِي وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ أَسَمِعْتَ هَذَا مِنْ عُمَرَ فَقَالَ مِنْ خَيْرٍ مِنْ عُمَرَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Dari Abdullah bin Umar radhiyallohu ‘anhu, dia pernah memerintahkan seseorang yang hendak tidur untuk membaca doa, "Ya Allah, Engkau telah menciptakan diriku dan Engkaulah yang akan mematikannya. Matiku dan hidupku hanya lah untuk-Mu. Apabila Engkau menghidupkan diriku, maka jagalah. Dan apabila Engkau mematikan diriku, maka ampunilah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna. " Abdullah bin Umar pernah ditanya oleh seseorang, "Hai Abdullah, apakah kamu mendengar bacaan doa ini dari Umar?" Abdullah bin Umar menjawab, "Saya memperolehnya dari orang yang lebih mulia dan utama dari Umar yaitu Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam."(HR. Muslim)
عَنْ سُهَيْلٍ قَالَ كَانَ أَبُو صَالِحٍ يَأْمُرُنَا إِذَا أَرَادَ أَحَدُنَا أَنْ يَنَامَ أَنْ يَضْطَجِعَ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنْ الْفَقْرِ وَكَانَ يَرْوِي ذَلِكَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Dari Suhail, dia berkata, "Abu Shalih pernah menganjurkan kami yaitu, apabila salah seorang dari kami hendak tidur, maka hendaknya ia berbaring dengan cara miring ke kanan seraya membaca doa, 'Ya Allah, Tuhan langit dan bumi, Tuhan yang menguasai arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Tuhan yang membelah dan menumbuhkan biji-bijian, Tuhan yang menurunkan kitab Taurat, Injil, dan Al Qur'an. Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu, karena segala sesuatu itu berada dalam genggaman-Mu. Ya Allah, Engkaulah Tuhan Yang Awal, maka tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Mu. Ya Allah, Engkaulah Tuhan Yang Akhir, maka tidak ada sesuatu setelah-Mu. Ya Allah, Engkaulah Yang Zhahir, maka tidak ada yang menutupi-Mu. Ya Allah, Engkaulah Tuhan Yang Bathin, maka tidak ada yang samar dari-Mu. Ya Allah, lunaskanlah hutang-hutang kami dan bebaskanlah kami dari kefakiran.' Abu Shalih meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu dari Rasulullah. (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللَّهَ فَإِنَّهُ لَا يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَضْطَجِعَ فَلْيَضْطَجِعْ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ وَلْيَقُلْ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبِّي بِكَ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, "Apabila seseorang hendak berbaring, maka hendaklah ia mengambil alat pembersih untuk membersihkan alas tidurnya dan sebutlah nama Allah, karena ia tidak tahu apa yang terdapat di atas kasurnya setelah dipakai tidur. Apabila seseorang hendak tidur, maka hendaknya ia tidur dengan miring ke kanan dan mengucapkan doa, 'Mahasuci Engkau ya Allah, Tuhanku. Dengan nama-Mu aku baringkan tubuhku dan karena-Mu lah aku bangun dari tidur. Apabila Engkau mematikanku, maka berilah ampunan dan apabila Engkau menghidupkanku, maka peliharalah sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.''" (HR. Muslim)
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ.
Dari Anas radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya ketika Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam mulai berbaring di tempat tidur, maka beliau mengucapkan doa, "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta mencukupi kebutuhan kami dan memberikan kami tempat berlindung, karena masih banyak orangyang tidak mempunyai kecukupan dan tempat berlindung.'" (HR. Muslim)
Kelima, tidur dengan miring ke kanan
عن الْبَرَاء بْن عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلَامِكَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ قَالَ فَرَدَّدْتُهُنَّ لِأَسْتَذْكِرَهُنَّ فَقُلْتُ آمَنْتُ بِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Dari Al Barra bin Azib radhiyallohu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur, maka berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat. Setelah itu berbaringlah dengan miring ke kanan, lalu berdoalah, 'Ya Allah ya Tuhanku, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dalam keadaan aman dan bahaya, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari adzab-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus.' Jadikan bacaan tersebut sebagai penutup ucapanmu menjelang tidur. Apabila kamu meninggal dunia pada malam itu, maka kamu meninggal dalam kesucian diri {fitrah}." Al Barra" berkata, "Saya mengulang-ulang bacaan tersebut agar hafal dan saya ucapkan 'Saya beriman kepada rasul-Mu yang telah Engkau utus.' Lalu Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam berkata, "Ucapkanlah, 'Saya beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus.'" (HR. Muslim)
Keenam, tidak tidur dalam satu selimut dengan sesama jenis
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عُرْيَةِ الرَّجُلِ وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عُرْيَةِ الْمَرْأَةِ وَلَا يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَلَا تُفْضِي الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةِ فِي ثَوْبٍ
Dari Abu Said Al Khudri, dia berkata: Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Seorang lelaki tidak diperkenankan melihat aurat lelaki lainnya. Seorang perempuan juga tidak boleh memandang aurat perempuan lainnya. Seorang lelaki tidak boleh berada dalam satu selimut dengan lelaki sejenisnya, tidak pula seorang perempuan berada dalam satu selimut dengan perempuan sejenisnya. (HR. Abu Daud, Shahih menurut Al-Albani)
Ketujuh, tidak tidur semalaman suntuk tanpa sholat sunnah
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود قَالَ ذُكِرَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ نَامَ لَيْلَةً حَتَّى أَصْبَحَ قَالَ ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنَيْهِ أَوْ قَالَ فِي أُذُنِهِ
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, "Dituturkan di sisi Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam mengenai seseorang yang tidur semalaman sampai Subuh, maka beliau bersabda, 'Demikian itu adalah orang kedua telinganya dikencingi syetan." Atau "Salah satu telinganya dikencingi syetan" (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلَاثَ عُقَدٍ إِذَا نَامَ بِكُلِّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ عَلَيْكَ لَيْلًا طَوِيلًا فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عَنْهُ عُقْدَتَانِ فَإِذَا صَلَّى انْحَلَّتْ الْعُقَدُ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Apabila seseorang tidur, syetan mengikat tengkuk lehernya dengan tiga ikatan. Di setiap ikatan tersebut syetan menepuk/mengelus dengan mengucapkan, 'Tidurlah semalaman suntuk.' Jika orang tersebut bangun lalu menyebut Allah 'Azza wa Jalla, maka lepaslah satu ikatan. Ketika orang tersebut berwudhu, lepaslah dua ikatan. Ketika orang itu shalat maka lepaslah sama sekali seluruh ikatan, sehingga dipagi hari orang tersebut giat dan badannya terasa enak. Kalau tidak, maka badannya terasa tidak enak dan bermalas-malasan." (HR. Muslim)
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ
Dari Jabir radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Barang siapa khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaknya melakukan shalat witir di awal malam (sesudah shalat isya), dan barang siapa yakin akan bangun di akhir malam, maka hendaknya melakukan shalat witir di akhir malam, karena shalat witir di akhir malam itu mendapat penyaksian dan lebih utama''" (HR. Muslim)
Kedelapan, berdoa jika bermimpi
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ إِنْ كُنْتُ لَأَرَى الرُّؤْيَا تُمْرِضُنِي قَالَ فَلَقِيتُ أَبَا قَتَادَةَ فَقَالَ وَأَنَا كُنْتُ لَأَرَى الرُّؤْيَا فَتُمْرِضُنِي حَتَّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ مِنْ اللَّهِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلَا يُحَدِّثْ بِهَا إِلَّا مَنْ يُحِبُّ وَإِنْ رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتْفُلْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشَرِّهَا وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ
Dari Abu Salamah, dia berkata, "Saya pernah bermimpi yang membuat saya sedih. Setelah itu, saya bertemu Abu Qatadah. Lalu ia pun mengatakan kepada saya, 'Saya juga pernah bermimpi yang membuat saya sedih, sehingga saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya mimpi yang baik itu adalah dari Allah. Apabila kamu bermimpi yang kamu senangi, maka janganlah ceritakan kecuali kepada orang yang senang kepadamu. Jika kamu bermimpi yang tidak kamu sukai, maka meludahlah tiga kali ke kiri dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatan syetan dan keburukan mimpi tersebut serta janganlah kamu menceritakannya kepada orang lain. Dengan demikian, mimpi tersebut tidak akan mencelakakanmu.'  (HR. Muslim)
Kesembilan, membaca doa sesudah tidur
حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ رِبْعِيٍّ عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Abdul Malik dari Ribi'I dari Hudzaifah radliallahu 'anhu dia berkata; "Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipi, kemudian beliau mengucapkan: "Bismika amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup)." Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: 'Al Hamdulillahilladzii ahyaana ba'da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali). (HR. Bukhari)
Kesepuluh, sesudah bangun tidak langsung memasukkan tangan kedalam bak air
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Apabila salah seorang dari kamu bangun tidur maka janganlah memasukkan tangannya ke dalam bejana sebelum ia membersihkannya tiga kali, karena ia tidak tahu di mana tangannya berada semalam." (HR. Muslim)
Kesebelas, setelah bangun melakukan istinsyar.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيَاشِيمِهِ
Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah bersabda, "Apabila salah seorang dari kamu bangun dari tidurnya, hendaklah ia melakukan istinsyar (memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya kembali) sebanyak tiga kali, karena syetan itu bermalam di lubang hidungnya.(HR. Muslim)

Sumber Gambar :
 http://intisari-online.com//media/images/4468_10_jenis_gangguan_tidur.jpg

Doa Meminta Perlindungan Dari Fitnah Duniawi



اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Artinya : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur. (HR. Bukhari)

Doa Minum Susu



اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ وَإِذَا سُقِيَ لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ مِنْ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ إِلَّا اللَّبَنُ
Artinya : 'Ya Allah! Berikanlah berkah pada makanan kami dan berikanlah kami makanan yang lebih baik darinya.' Jika kalian akan minum susu, maka berdoalah, 'Ya Allah, berikanlah berkah kepada minuman kami dan tambahkanlah, karena tidak ada yang bisa menggantikan (memberikan rasa yang lebih lezat dan nikmat) pada makanan dan minuman kecuali susu'. (HR. Abu Daud, Hasan menurut Al-Albani)

Sumber Gambar :
 http://duniasapi.com/id/images/stories/artikel/295_milk_1.jpg

Doa Setelah Makan



الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا
Artinya : Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, yang baik dan yang mengandung keberkahan di dalamnya, bukan pujian yang tidak dianggap dan tidak dibutuhkan oleh Tuhan. (HR. Bukhari)
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
Artinya : 'Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makan dan rezeki kepada kami tanpa ada daya dan kekuatan dari kami. (HR. Abu Daud, Shahih menurut Al-Albani)[1]
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَفَانَا وَأَرْوَانَا غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مَكْفُورٍ
Artinya : Segala puji hanya milik Allah yang telah memberi kecukupan kami dan menghilangkan rasa haus, bukan nikmat yang tidak dianggap atau dikufuri). (HR. Bukhari)
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّنَا غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى رَبَّنَا
Artinya : Segala puji hanya milik Allah Rabb kami, bukan pujian yang tidak dianggap dan tidak dibutuhkan oleh tuhan. (HR. Bukhari)
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبُّنَا 
Artinya : Segala puji bagi Allah dengan sebaik-baik pujian. Allahlah yang telah memberikan berkah di dalamnya (makanan). Dia tidak menghentikan pemberian-Nya dan tidak pula meninggalkan hamba-Nya, dan kami tidak bisa berlepas diri darinya. (HR. Abu Daud, Shahih menurut Al-Albani)
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَ وَسَقَى وَسَوَّغَهُ وَجَعَلَ لَهُ مَخْرَجًا
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan dan minuman, serta memudahkan kami menelan dan mencernanya serta memberinya jalan keluar.  (HR. Abu Daud, Shahih menurut Al-Albani)


[1] Barang siapa membacanya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan yang akan datang

Sumber Gambar :
 https://akimlinovsisa.files.wordpress.com/2011/08/7-hal-yang-dilarang-setelah-makan.gif

Doa Jika Lupa Tidak Menyebut Nama Alloh



بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
Artinya : menyebut nama Allah pada awal dan akhir'. (HR. Abu Daud, Shahih Menurut Al-Albani)[1]


[1] Doa ini dibaca jika lupa menyebut nama Alloh/berdoa sebelum makan

Saturday, April 18, 2015

Multiple Intelligences

Menurut Howard Gardner, seorang guru besar ilmu psikologi di Harvard university, kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan suatu masalah, kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk diciptakan, dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat.

Dewasa ini dikenal suatu pola asuh anak yang disebut dengan multiple intelligences (MI). Teori ini dikemukakan Gardner dalam bukunya yang berjudul “Frames of Mind: Theory of Multiple Intelligences” yang diterbitkan pada tahun 1983. Gardner menyatakan hanya ada ada 9 jenis kecerdasan, kesembilan kecerdasan tersebut adalah:

Pertama, Kecerdasan linguistik (word smart). Kecerdasan ini menyangkut kemampuan anak dalam menggunakan kata-kata secara efektif. Kecerdasan linguistic bermanfaat untuk berkomunikasi dengan orang lain, mendengarkan, membaca, dan menulis. Kecerdasan ini juga membantu seseorang untuk menolak hal-hal yang buruk dengan cara yang baik. Orang yang mempunyai kecerdasan linguistik mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
-       Mampu bercerita dan menyukai humor
-       Tertarik dalam bidang jurnalistik, berdebat, berbicara, atau memperbaiki suatu karya tulis
-       Mampu belajar melalui bahan bacaan, pendengaran, tulisan, maupun melalui diskusi
-       Mampu mempelajari bahasa asing
-  Mampu meningkatkan kemampuan bahasanya yang digunakan untuk keperluan komunikasi sehari-hari.

Kedua, Kecerdasan logika matematika (number smart). Kecerdasan ini merupakan kecerdasan yang melibatkan ketrampilan dalam mengolah angka atau logika. Kecerdasan ini bisaanya digunakan pqara ilmuwan pada saat menciptakan sebuah hipotesa, dan juga digunakan akuntan dan programmer saat bekerja. Kecerdasan ini membantu anak untuk memilih antara yang baik dan yang buruk serta dampak yang akan ditimbulkan.

Menurut Gardner kecerdasan ini tidak hanya berhubungan dengan kemampuan berhitung, melainkan juga kemampuan melakukan perhitungan matematis, kemampuan berfikir secara logis, kemampuan untuk memecahkan sebuah masalah, dan kemampuan mengenali pola dan hubungan. Diantara ciri-ciri orang yang mempunyai kecerdasan logis matematika adalah:
-       Mempunyai dan mampu menguji hipotesa yang ada
-       Mampu memecahkan masalah yang menuntut pemikiran yang logis
-       Menyukai pelajaran yang berhubungan dengan operasi yang rumit, seperti metode penelitiaan
-    Berpikir secara matematis dengan mengumpulkan semua bukti yang ada dan membuat argumentasi yang kuat.

Ketiga, Kecerdasan spasial (picture smart). Kecerdasan ini merupakan kecerdasan untuk memvisualisasi gambar yang ada di dalam kepala kita. Orang yang memiliki kecerdasan ini dalam tingkat tinggi adalah orang yang pekerjaannya sebagai seorang pemahat dan desain interior. Kecerdasan ini kita perlukan dalam berbagai hal, mulai dari menghiasi kamar, sampai menghayati isi dari sebuah novel.
Kecerdasan spasial membantu seseorang untuk mengekspresikan berbagai imajinasinya. Kecerdasan ini juga dapat digunakan untuk menggali bakat seni dan hobi yang bisa digunakan sebagai pelarian dari sebuah masalah. Orang-orang yang mempunyai kecerdasan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
-       Orang yang mempunyai kecerdasan ini suka mencoret-coret, menggambar/melukis maupun membuat patung
-       Mempunyai daya imajinasi yang cukup baik
-       Orang yang memiliki kecerdasan ini bisaanya tertarik dalam bidang arsitek, desainer, perancang busana, dan pilot
-       Cara belajarnya dengan mengenali objek, wajah, bentuk, maupun warna

Keempat, Kecerdasan kinestetik-jasmani (body smart). Kecerdasan ini membuat manusia memanfaatkan seluruh anggota tubuh yang dimilikinya. Orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya adalah seorang atlet, pemain musik, actor, dan penari. Kita semua memerlukan kecerdasan ini untuk melakukan pekerjaan atau kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri dari pemilik kecerdasan ini adalah:
-       Menyukai pekerjaan yang mengandalkan kekuatan fisik, seperti olahraga, tukang, dll
-       Menyukai pengalaman belajar yang nyata
-       Cara belajarnya dengan bermain atau langsung praktek
-       Mampu menyempurnakan gerakan fisik yang dilakukan

Kecerdasan kinestetik tidak hanya gerakan tubuh semata, akan tetapi juga kecerdasan untuk menggabungkan fisik dan pikiran guna menyempurnakan sebuah gerakan. Kecerdasan ini mulai dilatih dengan mempelajari dan mengendalikan tubuh.

Kelima, Kecerdasan musical (music smart). Kecerdasan musical adalah kecerdasan untuk menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi suatu musik tertentu, peka terhadap irama musik atau sekedar memberi kita sebuah kesenangan untuk menikmati musik. Ciri-ciri orang yang mempunyai kecerdasan ini adalah:
-       Mempunyai minat yang besar terhadap musik
-       Sering mencari kesempatan untuk mendengarkan musik
-       Suka mengumpulkan/mengoleksi musik dalam bentuk rekaman
-       Mampu menciptakan, menganalisa, dan mengkritik suatu musik
-       Tertarik untuk menerjuni karier yang berhubungan dengan musik
-       Dapat bernyanyi atau memainkan alat musik

Kecerdasan musikal merupakan kecerdasan yang pertama kali berkembang. Sejak masih dalam kandungan ibunya, bayi sudah mulai belajar untuk mendengarkan suara detak jantung dan suara ibunya. Banyak filsuf yang memasukkan musik sebagai unsur yang penting dalam proses pendidikan. Plato menyatakan bahwa ritme dan harmoni yang masuk ke dalam jiwa manusia akan berdiam diri disana, membuat pikiran dan tubuh menjadi serasi. Tidak mengherankan jika bayi pun disarankan di beri stimulasi dengan menggunakan musik, misalnya musik Mozart.

Keenam, Kecerdasan interpersonal (people smart). Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain, misalnya kemampuan untuk menjalin persahabatan dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Seseorang yang memiliki kecerdasan ini akan mampu untuk membaca kepribadian orang lain dan memilih teman yang cocok dengannya. Orang-orang yang memiliki kecerdasan ini mempunyai ciri-ciri seperti di bawah ini:
-       Mampu berinteraksi dengan baik
-       Mampu mempengaruhi pendapat maupun tindakan orang lain
-       Mampu mengamati pikiran, perasaan, motivasi, perilaku, atau gaya hidup orang lain
-       Mampu menjalin kerja sama dengan orang lain yang mempunyai latar belakang berbeda
-       Mampu mengetahui keadaan mental seseorang

Kecerdasan ini membuat seseorang mampu untuk berkomunikasi, memahami, mengetahui kondisi, dan suasana hati seseorang.

Ketujuh, Kecerdasan intrapersonal (self smart). Inti dari kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri, apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan kita. Dengan kecerdasan ini orang bisa menata tujuan hidupnya dan memperbaiki kekurangan dan mengembangkan potensi yang ada. Self smart membuat kita mampu untuk memetakan masalah dan mencari solusi terbaik yang tidak merugikan diri kita sendiri. Orang dengan kecerdasan intrapersonal mempunyai ciri-ciri berikut:
-       Mampu hidup mandiri dan mengejar tujuan hidup
-       Mampu menyadari atau mengerti arti dari emosi diri sendiri dan orang lain
-       Mampu mengungkapkan maupun menyalurkan perasaan dan pikirannya dengan tepat
-       Mampu menyelami dan mengerti suatu masalah

Sejak kita lahir, menurut para ahli, kecerdasan interpersonal dan intrapersonal mulai terbentuk dan berkembang yang merupakan gabungan dari unsur keturunan, lingkungan, dan pengalaman hidup. Hubungan emosi yang terdapat diantara ibu dan bayi akan memberikan rasa aman secara emosional, jika hal ini terus berkembang, maka akan tumbuh kepribadian yang baik.

Kedelapan, Kecerdasan naturalis (nature smart). Nature smart merupakan kemampuan untuk mengenali orang, hewan, tanaman, dan semua benda yang ada di alam. Biasanya, kita menggunakan kecerdasan ini pada saat berkebun, piknik, camping, mengumpulkan prangko dan batu pertama.
Pada awalnya, Gardner menggolongkan kecerdasan naturalis ke dalam kecerdasan logis-matematis dan visual-spasial. Namun, seiring dengan penelitiannya yang lebih mendalam dengan menggunakan kriteria yang telah ia tetapkan, akhirnya pada tahun 1995 Gardner memasukkan kecerdasan ini ke dalam daftar multiple intellegences sebagai kecerdasan yang berdiri sendiri. Pemilik kecerdasan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
-       Mempunyai ketertarikan untuk mempelajari alam
-       Senang mempelajari ilmu yang berkaitan dengan tanaman dan hewan
-       Suka memelihara tanaman dan hewan
-       Suka mempelajari siklus kehidupan flora dan fauna

Kesembilan, Kecerdasan moral (moral smart). Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan untuk memahami etika, nilai-nilai, dan tatanan moral dalam masyarakat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang mempunyai kecerdasan ini akan mampu menilai baik dan buruknya suatu perbuatan, perlu menirunya atau tidak, sehingga tidak mudah terjerumus atau terpengaruh oleh lingkungan yang buruk.

Gardner menyatakan bahwa setiap anak memiliki kecerdasan majemuk ini dan menggunakannya dalam kombinasi yang berlainan. Beberapa kecerdasan terlihat lebih menonjol dari pada yang lainnya, hal inilah yang membentuk kepribadian, bakat, dan ketrampilan seseorang. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila ada anak yang pandai mengarang, melukis namun kurang pandai dalam bersosialisasi. Ada juga anak yang pandai bersosialisasi tapi tidak menguasai matematika.

Pada dasarnya, inti dari pola pengajaran dari multiple intelligences adalah memberi kesempatan kepada seorang anak untuk menggali dan mengembangkan potensi yang ada seluas-luasnya. Disini, orang tua hanya berperan sebagai “teman” atau “sahabat” dan senior yang bertugas untuk mengawasi dan mengarahkan pengembangan diri seorang anak. Orang tua tidak berperan sebagai guru yang selalu mengajarkan dan memaksa anak untuk menguasai disiplin ilmu tertentu.

Sumber Gambar :
http://konselingkita.com/wp-content/uploads/2013/10/multiple-intelligences2.jpg