Perjuangan Mbah Lasinah

Mbah Lasinah merupakan salah satu nenek perkasa di Desa Dawung, Kediri-Jawa Timur, yang setiap hari menjual kelapa dengan menuntun sepeda tuanya ke pasar cangkring

Games & Pictures Resource Pack

Kali ini saya akan share soal dan games dari kang guru, jika berminat klik saja disini . . . . .

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 27 November 2014

Shahih Muslim : Kitab Iman # 1

1. Permulaan Iman Adalah Ucapan Laa Ilaaha Illallah
عَنْ أَبِي جَمْرَةَ قَالَ كُنْتُ أُتَرْجِمُ بَيْنَ يَدَيْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَبَيْنَ النَّاسِ فَأَتَتْهُ امْرَأَةٌ تَسْأَلُهُ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ فَقَالَ إِنَّ وَفْدَ عَبْدِ الْقَيْسِ أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ الْوَفْدُ أَوْ مَنْ الْقَوْمُ قَالُوا رَبِيعَةُ قَالَ مَرْحَبًا بِالْقَوْمِ أَوْ بِالْوَفْدِ غَيْرَ خَزَايَا وَلَا النَّدَامَى قَالَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْتِيكَ مِنْ شُقَّةٍ بَعِيدَةٍ وَإِنَّ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ هَذَا الْحَيَّ مِنْ كُفَّارِ مُضَرَ وَإِنَّا لَا نَسْتَطِيعُ أَنْ نَأْتِيَكَ إِلَّا فِي شَهْرِ الْحَرَامِ فَمُرْنَا بِأَمْرٍ فَصْلٍ نُخْبِرْ بِهِ مَنْ وَرَاءَنَا نَدْخُلُ بِهِ الْجَنَّةَ قَالَ فَأَمَرَهُمْ بِأَرْبَعٍ وَنَهَاهُمْ عَنْ أَرْبَعٍ قَالَ أَمَرَهُمْ بِالْإِيمَانِ بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَقَالَ هَلْ تَدْرُونَ مَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ وَأَنْ تُؤَدُّوا خُمُسًا مِنْ الْمَغْنَمِ وَنَهَاهُمْ عَنْ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ وَالْمُزَفَّتِ (قَالَ شُعْبَةُ وَرُبَّمَا قَالَ النَّقِير)ِ قَالَ شُعْبَةُ وَرُبَّمَا قَالَ الْمُقَيَّرِ وَقَالَ احْفَظُوهُ وَأَخْبِرُوا بِهِ مِنْ وَرَائِكُمْ . وَزَادَ ابْنُ مُعَاذٍ فِي حَدِيثِهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْأَشَجِّ أَشَجِّ عَبْدِ الْقَيْسِ إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ.    

Dari Abu Jamrah, dia berkata, "Saya pernah menjadi penerjemah Abdullah bin Abbas di antara orang banyak, tiba-tiba ia didatangi oleh seorang wanita seraya bertanya tentang Nabiidzi Al Jarri (minuman keras). Ibnu Abbas menjawab, "Bahwasanya para utusan Abdul Qais mendatangi Rasulullah shallallohu’alaihi wa sallam, kemudian beliau bertanya, "Siapa para utusan ini? atau dari suku apa? " Mereka menjawab, "Kami dari suku Rabi'ah," beliau berkata, "Selamat datang para utusan, jangan merasa hina atau menyesal." Mereka berkata, "Wahai Rasulullah bahwasanya kami datang dari daerah yang sangat jauh, dan antara tempat kami dan tempat engkau terdapat perkampungan kafir dari suku Mudhar. Kami tidak bisa mendatangi engkau kecuali pada bulan Haram, oleh karena itu tunjukilah kepada kami suatu perkara jelas yang akan kami sampaikan pada kaum yang berada di tempat kami, serta dengannya kami masuk surga." Ibnu Abbas berkata, "Lalu Beliau memerintahkan mereka 4 (empat) perkara dan melarang mereka dari 4 (empat) perkara, beliau memerintahkan mereka untuk beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata. Beliau bertanya, "Tahukah kalian, apa hakikat iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala?" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya Iebih mengetahui?" Beliau menjawab, "(Yaitu) Persaksian bahwasanya Tiada Tuhan Selain Allah subhanahu wa ta’ala, dan (persaksian pula) bahwasanya Muhammad adalah Utusan Allah subhanahu wa ta’ala, serta mendirikan Shalat, menunaikan Zakat, Puasa di bulan Ramadhan dan engkau menyerahkan 1/5 (seperlima) dari harta rampasan perang. Beliau melarang mereka dari membuat Duba' (membuat minuman keras di dalam labu) dalam guci, dan dalam bejana yang dicat." Syu'bah berkata, "Kadangkala Beliau mengatakan, 'Di dalam wadah yang diukir.' Kemudian beliau bersabda, 'Jagalah perkara ini dan sampaikan kepada orang yang ada di tempat kalian.'" Ibnu Mu'adz menambahkan dalam haditsnya dari bapaknya, dia berkata, "Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Asyaj (Asyaj Abdul Qais), 'Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua perkara yang disukai Allah subhanahu wa ta’ala, Lemah lembut dan sabar"' (HR. Muslim)
 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَارِزًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِيمَانُ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكِتَابِهِ وَلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ الْآخِرِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنَّكَ إِنْ لَا تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ وَلَكِنْ سَأُحَدِّثُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا وَإِذَا كَانَتْ الْعُرَاةُ الْحُفَاةُ رُءُوسَ النَّاسِ فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا وَإِذَا تَطَاوَلَ رِعَاءُ الْبَهْمِ فِي الْبُنْيَانِ فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ تَلَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ قَالَ ثُمَّ أَدْبَرَ الرَّجُلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُدُّوا عَلَيَّ الرَّجُلَ فَأَخَذُوا لِيَرُدُّوهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا جِبْرِيلُ جَاءَ لِيُعَلِّمَ النَّاسَ دِينَهُمْ

Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, "Pada hari Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam berada di tengah-tengah para 'sahabat-Nya, tiba-tiba datang seorang laki-laki seraya bertanya, 'Wahai Rasulullah apakah Iman itu?' Beliau menjawab,'(Yaitu) engkau beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala, para Malaikat-Nya, Kitab-Nya, hari pertemuan dengan-Nya, para Rasul-Nya dan beriman kepada kebangkitan terakhir.' Laki-laki tersebut bertanya kembali, 'Wahai Rasulullah! Apakah Islam itu?' Beliau menjawab, 'Islam yaitu engkau beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, melaksanakan Shalat yang diwajibkan-Nya, menunaikan Zakat yang diwajibkan dan berpuasa di bulan Ramadhan.' Lalu laki-laki itu kembali bertanya, 'Wahai Rasulullah apakah Ihsan Itu?' Beliau menjawab, ' (Yaitu) engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak dapat melihat-Nya sesungguh-Nya Dia melihatmu.' Lalu ia bertanya kembali, 'Wahai Rasulullah kapankah Hari Kiamat tiba?' Beliau menjawab, 'Orang yang ditanya tentang itu tidaklah lebih mengetahui dari yang bertanya, akan tetapi akan aku jelaskan kepadamu tanda-tandanya (kedatangannya), yaitu jika budak perempuan melahirkan tuannya (itulah di antara tanda-tanda kiamat, dan apabila orang-orang telanjang dan tidak beralas kaki menjadi pemimpin manusia itulah di antara tanda-tanda kiamat, dan jika pengembala (Ri'aa al Buhmi)' hidup dalam gedung yang megah, itulah di antara tanda-tanda kiamat. Juga terdapat 5 (lima) tanda-tanda yang tidak diketahui kecuali Allah subhanahu wa ta’ala.' Kemudian Beliau membaca ayat (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat) sampai firman-Nya (Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal). Kemudian laki-laki itu pergi meninggalkan beliau. Lalu Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Datangkanlah laki-laki itu padaku' maka para sahabat berusaha mencari untuk membawanya kembali pada Rasulullah, akan tetapi mereka tidak melihat apapun. Kemudian Beliau bersabda, 'Dia adalah Jibril telah datang untuk mengajarkan agama kepada manusia. " (HR. Muslim)
عن سَعِيد بْن الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبٍ الْوَفَاةُ جَاءَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَ عِنْدَهُ أَبَا جَهْلٍ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أُمَيَّةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَمِّ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ كَلِمَةً أَشْهَدُ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ يَا أَبَا طَالِبٍ أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَلَمْ يَزَلْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ وَيُعِيدُ لَهُ تِلْكَ الْمَقَالَةَ حَتَّى قَالَ أَبُو طَالِبٍ آخِرَ مَا كَلَّمَهُمْ هُوَ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَأَبَى أَنْ يَقُولَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا وَاللَّهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ وَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى فِي أَبِي طَالِبٍ فَقَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ).

Dari Sa'id bin Al Musayyab, dari bapaknya, ia berkata, "Tatkala menjelang kematian Abu Thalib, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam mendatanginya dan mendapati Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Al Mughirah berada di sisinya. Lalu Beliau berkata, ' Wahai Paman ucapkanlah Laa Ilaaha Illa Allahu, kalimat yang akan aku persaksikan untukmu di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.' Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata, 'Wahai Abu Thalib apakah kamu membenci agama Abdul Muthallib?' Tak henti-hentinya Beliau shallallohu ‘alaihi wa sallam berusaha membimbingnya sambil mengulang-ulangi kalimat tersebut, sehingga Abu Thalib berkata untuk terakhir kalinya kepada mereka, bahwa dia menganut agama Abdul Muthallib dan menolak untuk mengucapkan Laa Ilaaha Illahu. Lalu Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam berkata, "Demi Allah aku akan memohon ampun untukmu selama aku tidak dilarang. " Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat, "Tiada sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya, sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam." (Qs. At-Taubah(9): 113), juga Allah Ta'ala menurunkan ayat yang berkaitan dengan sikap Abu Thalib, "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. " (Qs. Al Qashash(28): 56). (HR. Muslim)
2. Aku Diperintahkan untuk Memerangi Manusia Hingga Mereka Mengucapkan Kalimat Laa Ilaaha Ilallahu
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتُخْلِفَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَهُ وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنْ الْعَرَبِ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ لِأَبِي بَكْرٍ كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عِقَالًا كَانُوا يُؤَدُّونَهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهِ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ

Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, "Tatkala Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam wafat dan menunjuk Abu Bakar untuk menjadi Khalifah setelah-Nya, lalu sebagian orang-orang Arab ada yang menjadi kafir. Umar bin Khaththab radhiyallohu ‘anhu berkata kepada Abu Bakar radhiyallohu ‘anhu, 'Bagaimana engkau dapat memerangi mereka, sedangkan Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan Laa ilaaha Illa Allahu, maka barangsiapa yang mengucapkannya sesungguhnya ia telah melindungi harta dan jiwanya dari (serangan)ku kecuali sesuai haknya, dan diserahkan perhitungannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala?!' Lalu Abu Bakar radhiyallohu ‘anhu berkata, 'Demi Allah saya akan memerangi orang yang memisahkan antara Shalat dan Zakat, karena sesungguhnya zakat adalah hak harta, demi Allah jikalau mereka menghalangiku untuk mengambil zakat binatang ternak yang dulu telah mereka bayarkan kepada Rasulullahshallallohu’alaihi wa sallam, saya akan perangi mereka.' Lalu Umar bin Khaththab berkata, 'Demi Allah, tidaklah demikian melainkan aku telah melihat Allah subhanahu wa ta’ala telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi (mereka) sehingga aku mengetahui bahwasanya apa yang dia lakukan itu benar.'" (HR. Muslim)
 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

Dari Ibnu Umar bin Khaththab radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwasanya tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mengerjakan shalat dan menunaikan zakat. Jika mereka mengerjakan semua ini, berarti mereka telah melindungi darah dan harta mereka dari seranganku kecuali dengan cara yang dibenarkan, dan perhitungan amal mereka diserahkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. " (HR. Muslim)
3.  Orang yang Membunuh Orang Kafir Setelah Mengucapkan Kalimat Laa Ilaaha Illallah
عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ لَقِيتُ رَجُلًا مِنْ الْكُفَّارِ فَقَاتَلَنِي فَضَرَبَ إِحْدَى يَدَيَّ بِالسَّيْفِ فَقَطَعَهَا ثُمَّ لَاذَ مِنِّي بِشَجَرَةٍ فَقَالَ أَسْلَمْتُ لِلَّهِ أَفَأَقْتُلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَعْدَ أَنْ قَالَهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقْتُلْهُ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ قَدْ قَطَعَ يَدِي ثُمَّ قَالَ ذَلِكَ بَعْدَ أَنْ قَطَعَهَا أَفَأَقْتُلُهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقْتُلْهُ فَإِنْ قَتَلْتَهُ فَإِنَّهُ بِمَنْزِلَتِكَ قَبْلَ أَنْ تَقْتُلَهُ وَإِنَّكَ بِمَنْزِلَتِهِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ كَلِمَتَهُ الَّتِي قَالَ أَمَّا الْأَوْزَاعِيُّ وَابْنُ جُرَيْجٍ فَفِي حَدِيثِهِمَا قَالَ (أَسْلَمْتُ لِلَّهِ).وَأَمَّا مَعْمَرٌ فَفِي حَدِيثِهِ (فَلَمَّا أَهْوَيْتُ لِأَقْتُلَهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ)

Dari Ai Miqdaad bin Al Aswad, dia berkata, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika saya bertemu dengan orang kafir, tiba-tiba ia memerangiku dan kemudian memotong salah satu tanganku hingga terputus, lalu ia berlindung dari serangan saya di bawah pohon, lalu ia berkata, 'Saya masuk Islam karena Allah.' Apakah boleh saya membunuhnya, wahai Rasulullah setelah ia mengucapkan kalimat itu?" Rasulullah menjawab, "Jangan engkau membunuhnya." Al Miqdad menuturkan, lalu saya bertanya, "Wahai Rasulullahshallallohu’alaihi wa sallam, bukankah dia telah memotong tangan saya, kemudian dia mengucapkan kalimat itu, setelah dia memotong tanganku, apakah boleh saya membunuhnya?," Beliau menjawab, "Janganlah kamu membunuhnya, karena jika kamu membunuhnya maka sungguh ia dalam kedudukanmu sebelum kamu membunuhnya, dan engkau berada dalam kedudukannya sebelum ia mengucapkan kalimat tersebut. " Adapun Imam Al Auza'i dan Ibnu Juraij dalam hadits mereka berdua disebutkan, "Orang itu berkata, 'Aslamtu Lillahi' (saya telah masuk Islam karena Allah)!"Adapun Riwayat Ma'mar dalam haditsnya, "Maka tatkala saya ingin membunuhnya, ia mengucapkan Laa Ilaaha Ila Allahu." (HR. Muslim)
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ بَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَرِيَّةٍ فَصَبَّحْنَا الْحُرَقَاتِ مِنْ جُهَيْنَةَ فَأَدْرَكْتُ رَجُلًا فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَطَعَنْتُهُ فَوَقَعَ فِي نَفْسِي مِنْ ذَلِكَ فَذَكَرْتُهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَقَتَلْتَهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا قَالَهَا خَوْفًا مِنْ السِّلَاحِ قَالَ أَفَلَا شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لَا فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَيَّ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّي أَسْلَمْتُ يَوْمَئِذٍ قَالَ فَقَالَ سَعْدٌ وَأَنَا وَاللَّهِ لَا أَقْتُلُ مُسْلِمًا حَتَّى يَقْتُلَهُ ذُو الْبُطَيْنِ يَعْنِي أُسَامَةَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ أَلَمْ يَقُلْ اللَّهُ وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ فَقَالَ سَعْدٌ قَدْ قَاتَلْنَا حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَأَنْتَ وَأَصْحَابُكَ تُرِيدُونَ أَنْ تُقَاتِلُوا حَتَّى تَكُونُ فِتْنَةٌ

Dari Usamah bin Zaid radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, "Kami pernah dikirim oleh Rasulullah dalam suatu peperangan, lalu kami sampai di Al Huruqat daerah Juhainah pada pagi harinya, tiba-tiba saya berjumpa dengan seorang laki-laki, dia berkata, 'Laa Ilaaha Illallah,' dan saya menikamnya. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya akan kejadian tersebut, lalu saya tuturkan hal ini kepada Rasulullahshallallohu’alaihi wa sallam, maka beliau bertanya, "Apakah dia telah mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallahu, lalu kamu membunuhnya?!" Usamah berkata, lalu saya berkata, "Wahai Rasulullah, bahwasanya dia mengucapkan kata tersebut karena takut pedang (dibunuh)!" Beliau bertanya kembali, "Kenapa kamu tidak membelah hatinya hingga kamu tahu apakah dia telah mengucapkannya atau tidak?!" Tak henti-hentinya Beliau mengulang-ulangi perkataannya itu pada saya, hingga seolah-olah aku berkeinginan masuk Islam. Usamah berkata, Sa'ad berkata, "Adapun saya, demi Allah saya tidak membunuh seorang muslim hingga ia dibunuh oleh Dzu al-Buthain yaitu Usamah." Seorang laki-laki berkata, "Bukankah Allah berfirman, (Al Anfal, 39)? Lalu Sa'ad berkata, "Sungguh kami telah berperang sehingga tidak menimbulkan fitnah, adapun engkau (Usamah) dan para sahabatmu ingin memerangi sehingga menimbulkan fitnah!" (HR. Muslim)
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ مُحْرِزٍ أَنَّهُ حَدَّثَ أَنَّ جُنْدَبَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيَّ بَعَثَ إِلَى عَسْعَسِ بْنِ سَلَامَةَ زَمَنَ فِتْنَةِ ابْنِ الزُّبَيْرِ فَقَالَ اجْمَعْ لِي نَفَرًا مِنْ إِخْوَانِكَ حَتَّى أُحَدِّثَهُمْ فَبَعَثَ رَسُولًا إِلَيْهِمْ فَلَمَّا اجْتَمَعُوا جَاءَ جُنْدَبٌ وَعَلَيْهِ بُرْنُسٌ أَصْفَرُ فَقَالَ تَحَدَّثُوا بِمَا كُنْتُمْ تَحَدَّثُونَ بِهِ حَتَّى دَارَ الْحَدِيثُ فَلَمَّا دَارَ الْحَدِيثُ إِلَيْهِ حَسَرَ الْبُرْنُسَ عَنْ رَأْسِهِ فَقَالَ إِنِّي أَتَيْتُكُمْ وَلَا أُرِيدُ أَنْ أُخْبِرَكُمْ عَنْ نَبِيِّكُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ بَعْثًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ إِلَى قَوْمٍ مِنْ الْمُشْرِكِينَ وَإِنَّهُمْ الْتَقَوْا فَكَانَ رَجُلٌ مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِذَا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ وَإِنَّ رَجُلًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ قَالَ وَكُنَّا نُحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلَمَّا رَفَعَ عَلَيْهِ السَّيْفَ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَتَلَهُ فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهُ فَأَخْبَرَهُ حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَرَ الرَّجُلِ كَيْفَ صَنَعَ فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ فَقَالَ لِمَ قَتَلْتَهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْجَعَ فِي الْمُسْلِمِينَ وَقَتَلَ فُلَانًا وَفُلَانًا وَسَمَّى لَهُ نَفَرًا وَإِنِّي حَمَلْتُ عَلَيْهِ فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَتَلْتَهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَكَيْفَ تَصْنَعُ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِذَا جَاءَتْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اسْتَغْفِرْ لِي قَالَ وَكَيْفَ تَصْنَعُ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِذَا جَاءَتْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ فَجَعَلَ لَا يَزِيدُهُ عَلَى أَنْ يَقُولَ كَيْفَ تَصْنَعُ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِذَا جَاءَتْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Shafyan bin Muhriz, bahwasanya Jundab bin Abdullah Al Bajalli radhiyallohu ‘anhu diutus untuk menemui As'as bin Salamah pada masa pergolakan Ibnu Az-Zubair, kemudian ia berkata kepada As'as, "Kumpulkan padaku teman-teman dari golonganmu sehingga saya dapat berbicara dengan mereka." Maka As'as mengirim seorang utusan kepada mereka. Tatkala mereka telah berkumpul, datanglah Jundab dengan mengenakan 'burnus'  kuning, seraya berkata, "Ceritakanlah apa yang terjadi terhadap kalian semua!" pembicaraanpun berlangsung. Tatkala pembicaraan itu berlangsung, Jundab membuka tutup kepala burnus itu, kemudian ia berkata, "Sesungguhnya saya telah mendatangi kalian dan saya tidak ingin memberitahu kalian kecuali dari Nabi kalian, Sesungguhnya Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam pernah mengirim utusan kaum muslimin kepada kaum musyrikin (dalam suatu pertempuran), dan mereka sungguh telah bertemu. Ketika seorang dari kaum musyrikin itu ingin menyerang seorang dari kaum muslimin maka ia pun menyerang dan membunuhnya, dan sesungguhnya seorang dari kaum muslimin menyerang seorang dari kaum musyrikin itu tatkala ia lengah. Jundab berkata, "Kami memberitahu bahwa seorang dari kaum muslimin itu adalah Usamah bin Zaid, lalu ketika Usamah mengangkat pedangnya (hendak membunuhnya), dia (orang musyrik) mengucapkan Laa Ilaaha Illa Allahu, namun Usamah bin Zaid tetap membunuhnya. Kemudian datanglah pembawa berita kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam kemudian Nabi bertanya kepadanya, lalu iapun memberitahu Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam apa yang telah diperbuat Usamah. Lalu beliau memanggil Usamah seraya bertanya, "Mengapa kamu membunuh orang musyrik yang telah mengucapkan Laa Ilaaha Illallahu?" Usamah menjawab, "Wahai Rasulullah! Orang tersebut telah menyakiti kaum muslimin dan telah membunuh si fulan dan si fulan dan sesungguhnya saya telah menyerangnya, lalu ketika ia melihat pedang saya, maka ia mengucapkan Laa Ilaaha Illallahu." Rasulullah bertanya, "Apakah engkau membunuhnya?!" Usamah menjawab, "Ya." Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bertanya kembali, "Bagaimana kamu mempertanggung-jawabkan perbuatanmu terhadap orang (yang kamu bunuh) itu yang telah mengucapkan Laa Ilaaha Illallahu apabila hari kiamat tiba? " Usamah menjawab, "Wahai Rasulullah! Mohonlah ampunan untukku." Rasulullah bertanya kembali, "Bagaimana kamu mempertanggung jawabkan perbuatanmu terhadap orang (yang kamu bunuh) itu yang telah mengucapkan Laa Ilaaha Illallahu apabila hari kiamat tiba?, " Jundab berkata, "Rasulullah tidak menambah kata-kata lagi kepada Usamah selain ucapan, 'Bagaimana kamu mempertanggungjawabkan perbuatanmu terhadap orang (yang kamu bunuh) itu yang telah mengucapkan Laa Ilaaha Illallah apabila hari kiamat tiba?" (HR. Muslim)
4. Siapa yang Meninggal dalam Keadaan Iman Kepada Allah subhanahu wa ta’ala maka Ia Masuk Surga
عَنْ عُثْمَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Dari Utsman radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Barangsiapa meninggal dan ia percaya bahwasanya tiada Tuhan selain Allah, maka ia akan masuk surga.'" (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَوْ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ شَكَّ الْأَعْمَشُ قَالَ لَمَّا كَانَ غَزْوَةُ تَبُوكَ أَصَابَ النَّاسَ مَجَاعَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ أَذِنْتَ لَنَا فَنَحَرْنَا نَوَاضِحَنَا فَأَكَلْنَا وَادَّهَنَّا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افْعَلُوا قَالَ فَجَاءَ عُمَرُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ فَعَلْتَ قَلَّ الظَّهْرُ وَلَكِنْ ادْعُهُمْ بِفَضْلِ أَزْوَادِهِمْ ثُمَّ ادْعُ اللَّهَ لَهُمْ عَلَيْهَا بِالْبَرَكَةِ لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَ فِي ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ قَالَ فَدَعَا بِنِطَعٍ فَبَسَطَهُ ثُمَّ دَعَا بِفَضْلِ أَزْوَادِهِمْ قَالَ فَجَعَلَ الرَّجُلُ يَجِيءُ بِكَفِّ ذُرَةٍ قَالَ وَيَجِيءُ الْآخَرُ بِكَفِّ تَمْرٍ قَالَ وَيَجِيءُ الْآخَرُ بِكَسْرَةٍ حَتَّى اجْتَمَعَ عَلَى النِّطَعِ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ يَسِيرٌ قَالَ فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ بِالْبَرَكَةِ ثُمَّ قَالَ خُذُوا فِي أَوْعِيَتِكُمْ قَالَ فَأَخَذُوا فِي أَوْعِيَتِهِمْ حَتَّى مَا تَرَكُوا فِي الْعَسْكَرِ وِعَاءً إِلَّا مَلَئُوهُ قَالَ فَأَكَلُوا حَتَّى شَبِعُوا وَفَضَلَتْ فَضْلَةٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ لَا يَلْقَى اللَّهَ بِهِمَا عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فَيُحْجَبَ عَنْ الْجَنَّةِ

Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu (atau dari Abu Sa'id radhiyallohu ‘anhu, Al A'masy ragu dalam periwayatan hadits ini) dia berkata, "Ketika perang Tabuk, pasukan Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam mengalami kekurangan makanan. Mereka mengusulkan kepada Rasululahshallallohu’alaihi wa sallam, jikalau anda mengizinkan, kami akan menyembelih unta-unta," lalu kita akan makan dan membuat minyak darinya." Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam menjawab, Lakukanlah!" Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu berkata, "Kemudian datanglah Umar radhiyallohu ‘anhu dan dia berkata, "Wahai Rasulullah! Jika engkau lakukan penyembelihan unta-unta itu maka persediaan akan semakin menipis, tetapi bagaimana kalau engkau memerintahkan mereka untuk mengumpulkan sisa perbekalan mereka, lalu berdoalah kepada Allah, agar Dia memberikan keberkahan kepada mereka, mudah-mudahan Allah mewujudkannya." Rasulullah menjawab, "Ya." Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam kemudian meminta 'Nath'a' lalu membentangkannya, kemudian beliau memerintahkan untuk mengumpulkan sisa-sisa perbekalan mereka. Abu Bakar berkata, "Kemudian diantara mereka ada yang membawa segenggam gandum, ada yang membawa segenggam kurma serta ada pula yang membawa remukan roti, sehingga di atas tikar kulit itu telah terkumpul sisa perbekalan." Kata Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, "Kemudian Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam memohon agar Allah memberikan keberkahan, lalu beliau berseru, 'Letakkanlah perbekalan kalian dalam wadah-wadah kalian.'" Abu Bakar berkata, "Mereka pun mengambil dari sisa perbekalan tersebut untuk mereka isikan ke dalam wadah-wadah mereka, sehingga mereka tidak meninggalkan satu wadahpun di detasemen kecuali telah mereka penuhinya." Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu berkata, "Mereka pun makan hingga kenyang, dan ternyata makanan masih tersisa. Kemudian Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Tidak ada seorangpun mati dengan (memegang) dua kesaksian ini tanpa keraguan sedikitpun yang terhalang masuk surga." (HR. Muslim)
عَنْ الصُّنَابِحِيِّ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّهُ قَالَ دَخَلْتُ عَلَيْهِ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ فَبَكَيْتُ فَقَالَ مَهْلًا لِمَ تَبْكِي فَوَاللَّهِ لَئِنْ اسْتُشْهِدْتُ لَأَشْهَدَنَّ لَكَ وَلَئِنْ شُفِّعْتُ لَأَشْفَعَنَّ لَكَ وَلَئِنْ اسْتَطَعْتُ لَأَنْفَعَنَّكَ ثُمَّ قَالَ وَاللَّهِ مَا مِنْ حَدِيثٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَكُمْ فِيهِ خَيْرٌ إِلَّا حَدَّثْتُكُمُوهُ إِلَّا حَدِيثًا وَاحِدًا وَسَوْفَ أُحَدِّثُكُمُوهُ الْيَوْمَ وَقَدْ أُحِيطَ بِنَفْسِي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ النَّارَ

Dari Ash-Shunabihi, dari Ubadah bin Shamit radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, "Saya mendatangi Ubadah bin Shamit sebelum menjelang kamatiannya, lalu saya menangis. Kemudia ia mengatakan, "Tenanglah! mengapa kamu menangis?" (saya menjawab) "Demi Allah, sungguh jika saya dapat memberikan kesaksian maka pasti saya akan bersaksi untukmu, jika saya dapat memberi pertolongan maka saya akan memberi pertolongan kepadamu jika saya mampu (berbuat sesuatu), maka saya akan memberimu kemanfaatan." Lalu Ubadah bin Shamit mengatakan, "Demi Allah, tidaklah ada satu hadits yang telah saya dengar dari Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam yang berisi kebaikan bagimu kecuali telah saya sampaikan kepadamu, hanya tinggal satu hadits yang belum saya sampaikan dan akan saya sampaikan kepadamu hari ini. Saya telah mendengar Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah, maka Allah mengharamkan dirinya dari api neraka.'" (HR. Muslim)
عن أَبي هُرَيْرَةَ قَالَ: كُنَّا قُعُودًا حَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَنَا أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ فِي نَفَرٍ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْنِ أَظْهُرِنَا فَأَبْطَأَ عَلَيْنَا وَخَشِينَا أَنْ يُقْتَطَعَ دُونَنَا وَفَزِعْنَا فَقُمْنَا فَكُنْتُ أَوَّلَ مَنْ فَزِعَ فَخَرَجْتُ أَبْتَغِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَتَيْتُ حَائِطًا لِلْأَنْصَارِ لِبَنِي النَّجَّارِ فَدُرْتُ بِهِ هَلْ أَجِدُ لَهُ بَابًا فَلَمْ أَجِدْ فَإِذَا رَبِيعٌ يَدْخُلُ فِي جَوْفِ حَائِطٍ مِنْ بِئْرٍ خَارِجَةٍ (وَالرَّبِيعُ الْجَدْوَلُ) فَاحْتَفَزْتُ كَمَا يَحْتَفِزُ الثَّعْلَبُ فَدَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَقُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا شَأْنُكَ قُلْتُ كُنْتَ بَيْنَ أَظْهُرِنَا فَقُمْتَ فَأَبْطَأْتَ عَلَيْنَا فَخَشِينَا أَنْ تُقْتَطَعَ دُونَنَا فَفَزِعْنَا فَكُنْتُ أَوَّلَ مِنْ فَزِعَ فَأَتَيْتُ هَذَا الْحَائِطَ فَاحْتَفَزْتُ كَمَا يَحْتَفِزُ الثَّعْلَبُ وَهَؤُلَاءِ النَّاسُ وَرَائِي فَقَالَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَأَعْطَانِي نَعْلَيْهِ قَالَ اذْهَبْ بِنَعْلَيَّ هَاتَيْنِ فَمَنْ لَقِيتَ مِنْ وَرَاءِ هَذَا الْحَائِطِ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُسْتَيْقِنًا بِهَا قَلْبُهُ فَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَكَانَ أَوَّلَ مَنْ لَقِيتُ عُمَرُ فَقَالَ مَا هَاتَانِ النَّعْلَانِ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ فَقُلْتُ هَاتَانِ نَعْلَا رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَنِي بِهِمَا مَنْ لَقِيتُ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُسْتَيْقِنًا بِهَا قَلْبُهُ بَشَّرْتُهُ بِالْجَنَّةِ فَضَرَبَ عُمَرُ بِيَدِهِ بَيْنَ ثَدْيَيَّ فَخَرَرْتُ لِاسْتِي فَقَالَ ارْجِعْ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ فَرَجَعْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَجْهَشْتُ بُكَاءً وَرَكِبَنِي عُمَرُ فَإِذَا هُوَ عَلَى أَثَرِي فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَكَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قُلْتُ لَقِيتُ عُمَرَ فَأَخْبَرْتُهُ بِالَّذِي بَعَثْتَنِي بِهِ فَضَرَبَ بَيْنَ ثَدْيَيَّ ضَرْبَةً خَرَرْتُ لِاسْتِي قَالَ ارْجِعْ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ يَا عُمَرُ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا فَعَلْتَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي أَبَعَثْتَ أَبَا هُرَيْرَةَ بِنَعْلَيْكَ مَنْ لَقِيَ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُسْتَيْقِنًا بِهَا قَلْبُهُ بَشَّرَهُ بِالْجَنَّةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَلَا تَفْعَلْ فَإِنِّي أَخْشَى أَنْ يَتَّكِلَ النَّاسُ عَلَيْهَا فَخَلِّهِمْ يَعْمَلُونَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَلِّهِمْ

Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, "Kami pernah duduk mengelilingi Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam dan dalam kelompok kami terdapat Abu Bakar dan Umar ra. Lalu Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam berdiri di arah belakang kami, dan beliau mengakhirkan kami (menyuruh kami di belakang), sehingga kami khawatir terpisah, kamipun takut kemudian kami berdiri, dan saya adalah orang pertama yang takut, lalu saya keluar mencari Rasulullah sehingga saya mendekati pagar milik kaum Anshar dari Bani An-Najjar. Kemudian saya berputar mengelilingi pagar itu barangkali saya bisa menemukan pintunya, tetapi saya tidak menemukan. Tiba-tiba ada aliran air yang mengalir masuk ke lubang pagar dari sumur Kharijah, lalu saya melompat dan masuk ke tempat Rasullulah shallallohu’alaihi wa sallam, kemudian beliau bertanya, "Abu Hurairah-kah itu?" Saya menjawab, "Benar, wahai Rasulullah", beliau bertanya kembali, "Ada apa?", saya menjawab, "Saya tadi berada di bagian belakang kelompok saya, lalu anda berdiri dan mengakhirkan kami (menyuruh kami di belakang), kemudian kami khawatir terpisah dan kamipun takut, dan saya adalah orang pertama yang takut. Lalu saya mendekat ke pagar ini dan melompat seperti musang, sementara orang-orang lain ada di belakang saya." Beliau memanggil, "Hai Abu Hurairah"! sambil memberikan sepasang sandalnya kepada saya, seraya bersabda, "Pergilah dengan membawa sepasang sandalku ini, siapa saja yang kamu temui di belakang pagar ini yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dengan meyakini sepenuh hati, maka berikan kabar gembira kapadanya bahwa ia akan masuk surga. " Adapun orang pertama yang saya temui adalah Umar. Lantas Umar bertanya, "Sepasang sandal siapa ini, hai Abu Hurairah?" Saya menjawab, "Ini (Haataani) sandal Rasulullah shallallohu’alaihi wa sallam, beliau menyuruh saya membawa sepasang sandal ini kepada siapa saja yang saya temui dengan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dengan sepenuh hati, maka saya akan memberikan kabar gembira kepadanya bahwa ia akan masuk surga." Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu berkata, "Umar lalu mendorongkan tangannya pada dada saya sehingga saya jatuh terduduk pada bokong saya." Kemudian Umar berkata, "Hai Abu Hurairah! Kembalilah!," maka saya pun kembali kepada Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam dengan diliputi rasa sedih ingin menangis. Tiba-tiba Umar menyusul di belakang saya dengan tunggangannya, kemudian Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bertanya, "Ada apa hai Abu Hurairah!" Saya menjawab, "Saya tadi bertemu Umar lalu saya sampaikan kepadanya apa yang telah Anda perintahkan kepada saya, lalu Umar mendorong dada saya hingga membuat saya jatuh terduduk, kemudian Umar mengatakan, 'Kembalilah kepada Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam hai Abu Hurairah!"" Lalu Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bertanya (kepada Umar), "Wahai Umar! apa yang membuatmu bertindak demikian itu?" Umar menjawab, "Wahai Rasulullah, demi ayah dan ibu saya, apakah engkau memerintahkan Abu Hurairah dengan membawa sepasang sandalmu untuk menemui siapa saja yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dengan penuh keyakinan, agar ia memberitahukan kabar gembira bahwa ia (yang ditemui) akan masuk surga?" Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam menjawab, "Ya. " Umar berkata, "Sebaiknya jangan engkau lakukan itu, karena saya khawatir kalau orang-orang hanya mengandalkan hal tersebut. Oleh karena itu biarkanlah mereka bebas berbuat." Rasulullah menjawab, "Biarkanlah mereka." (HR. Muslim)
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ كُنْتُ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ إِلَّا مُؤْخِرَةُ الرَّحْلِ فَقَالَ يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قُلْتُ لَبَّيْكَ رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ ثُمَّ سَارَ سَاعَةً ثُمَّ قَالَ يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قُلْتُ لَبَّيْكَ رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ ثُمَّ سَارَ سَاعَةً ثُمَّ قَالَ يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قُلْتُ لَبَّيْكَ رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ قَالَ هَلْ تَدْرِي مَا حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ثُمَّ سَارَ سَاعَةً قَالَ يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قُلْتُ لَبَّيْكَ رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ قَالَ هَلْ تَدْرِي مَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ إِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ أَنْ لَا يُعَذِّبَهُمْ

Dari Mu'adz bin Jabal radhiyallohu ‘anhu, ia berkata, "Saya pernah dibonceng oleh Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam , yang mana (jarak) antara saya dengan beliau hanya sejarak ujung pelana, kemudian beliau memanggil, "Hai Muadz bin Jabal!." Saya menjawab, "Labbaik ya Rasulullah." Kemudian beliau berjalan sesaat lalu memanggil lagi, "Hai Muadz bin Jabal. " Saya menjawab, "Labbaika ya Rasulullah." Beliau memanggil lagi, "Hai Mu'adz bin jabal." Saya menjawab, "Labbaika Ya Rasulullah." Beliau bersabda, "Apakah kamu mengetahui apa kewajiban manusia terhadap Allah?. " Mu'adz bin Jabal berkata, "Saya menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."' Beliau bersabda, "Sesungguhnya kewajiban manusia terhadap Allah adalah agar mereka senantiasa menyembah-Nya serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun." Lalu beliau berjalan sesaat, kemudian beliau memanggil, "Hai Mu'adz bin Jabal!" saya menjawab, "Labbaika ya Rasulullah." Beliau bersabda, "Apakah kamu mengetahui hak manusia yang dipenuhi oleh Allah subhanahu wa ta’ala apabila mereka telah melakukan hal itu?" Saya menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Allah tidak akan menyiksa mereka. " (HR. Muslim)
عن مَحْمُود بْن الرَّبِيعِ عَنْ عِتْبَانَ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَلَقِيتُ عِتْبَانَ فَقُلْتُ حَدِيثٌ بَلَغَنِي عَنْكَ قَالَ أَصَابَنِي فِي بَصَرِي بَعْضُ الشَّيْءِ فَبَعَثْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي أُحِبُّ أَنْ تَأْتِيَنِي فَتُصَلِّيَ فِي مَنْزِلِي فَأَتَّخِذَهُ مُصَلًّى قَالَ فَأَتَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ شَاءَ اللَّهُ مِنْ أَصْحَابِهِ فَدَخَلَ وَهُوَ يُصَلِّي فِي مَنْزِلِي وَأَصْحَابُهُ يَتَحَدَّثُونَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ أَسْنَدُوا عُظْمَ ذَلِكَ وَكُبْرَهُ إِلَى مَالِكِ بْنِ دُخْشُمٍ قَالُوا وَدُّوا أَنَّهُ دَعَا عَلَيْهِ فَهَلَكَ وَوَدُّوا أَنَّهُ أَصَابَهُ شَرٌّ فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ وَقَالَ أَلَيْسَ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالُوا إِنَّهُ يَقُولُ ذَلِكَ وَمَا هُوَ فِي قَلْبِهِ قَالَ لَا يَشْهَدُ أَحَدٌ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَيَدْخُلَ النَّارَ أَوْ تَطْعَمَهُ قَالَ أَنَسٌ فَأَعْجَبَنِي هَذَا الْحَدِيثُ فَقُلْتُ لِابْنِي اكْتُبْهُ فَكَتَبَهُ

Dari Mahmud bin Ar-Rabi' radhiyallohu ‘anhu, dari 'Itban bin Malik radhiyallohu ‘anhu, ia (Mahmud) berkata, "Saya pernah datang ke Madinah lalu saya bertemu 'Itban, maka saya berkata, "Ada hadits yang sampai kepada saya dari kamu", Itban berkata, "Saya tertimpa sedikit gangguan pada penglihatanku, lalu aku mengutus seseorang kepada Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan bahwa saya menginginkan agar Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam shalat di rumahku, yang telah saya menjadikannya sebagai tempat shalat." 'Itban berkata, "Maka Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam datang beserta para sahabatnya dan kemudian beliau masuk, lalu shalat di rumahku, sedangkan para sahabat bercakap-cakap sesama mereka, dengan mengambil pembicaraan pokok tentang Malik bin Dukhsyum." Lanjut Itban, "Mereka mengharapkan kalau beliau mendoakan agar ia celaka, dan mereka senang kalau ia tertimpa kemalangan (musibah). Maka setelah Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam selesai menunaikan shalat, seraya bertanya, "Bukankah Malik bin Dukhsyum bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah?' Para sahabat menjawab, "Ya, Dia mengucapkan itu tidak sampai tertanam di dalam hatinya." Beliau bersabda, "Tidaklah ada seseorang yang bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah itu masuk neraka. " Anas berkata, "Hadits ini mengugah hati saya, lalu saya perintahkan kepada anak laki-laki saya, "Catatlah hadits itu!" Maka ia pun mencatatnya." (HR. Muslim)
5. Hakikat Iman dan Sifat-sifatnya
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ: أَنَّ أُنَاسًا مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّا حَيٌّ مِنْ رَبِيعَةَ وَبَيْنَنَا وَبَيْنَكَ كُفَّارُ مُضَرَ وَلَا نَقْدِرُ عَلَيْكَ إِلَّا فِي أَشْهُرِ الْحُرُمِ فَمُرْنَا بِأَمْرٍ نَأْمُرُ بِهِ مَنْ وَرَاءَنَا وَنَدْخُلُ بِهِ الْجَنَّةَ إِذَا نَحْنُ أَخَذْنَا بِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آمُرُكُمْ بِأَرْبَعٍ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ اعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَصُومُوا رَمَضَانَ وَأَعْطُوا الْخُمُسَ مِنْ الْغَنَائِمِ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ وَالْمُزَفَّتِ وَالنَّقِيرِ قَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا عِلْمُكَ بِالنَّقِيرِ قَالَ بَلَى جِذْعٌ تَنْقُرُونَهُ فَتَقْذِفُونَ فِيهِ مِنْ الْقُطَيْعَاءِ قَالَ سَعِيدٌ أَوْ قَالَ مِنْ التَّمْرِ ثُمَّ تَصُبُّونَ فِيهِ مِنْ الْمَاءِ حَتَّى إِذَا سَكَنَ غَلَيَانُهُ شَرِبْتُمُوهُ حَتَّى إِنَّ أَحَدَكُمْ أَوْ إِنَّ أَحَدَهُمْ لَيَضْرِبُ ابْنَ عَمِّهِ بِالسَّيْفِ قَالَ وَفِي الْقَوْمِ رَجُلٌ أَصَابَتْهُ جِرَاحَةٌ كَذَلِكَ قَالَ وَكُنْتُ أَخْبَؤُهَا حَيَاءً مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ فَفِيمَ نَشْرَبُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فِي أَسْقِيَةِ الْأَدَمِ الَّتِي يُلَاثُ عَلَى أَفْوَاهِهَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَرْضَنَا كَثِيرَةُ الْجِرْذَانِ وَلَا تَبْقَى بِهَا أَسْقِيَةُ الْأَدَمِ فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنْ أَكَلَتْهَا الْجِرْذَانُ وَإِنْ أَكَلَتْهَا الْجِرْذَانُ وَإِنْ أَكَلَتْهَا الْجِرْذَانُ قَالَ وَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَشَجِّ عَبْدِ الْقَيْسِ إِنَّ فِيكَ لَخَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ

Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya orang-orang dari suku Abdul Qais mendatangi Rasulullah shallallohu’alaihi wa sallam, lalu mereka berkata, "Wahai Nabi! Sesungguhnya kami dari perkampungan suku Rabi'ah, dan antara tempat kami dengan tempatmu terdapat perkampungan orang-orang kafir suku Mudhar. Kami tidak bisa mendatangimu kecuali pada bulan-bulan Haram, (untuk itu) maka berilah kami suatu perintah yang akan kami sampaikan kepada orang-orang di kampung kami serta menyebabkan kami masuk surga apabila kami melaksanakannya. Maka Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Aku perintahkan kepadamu 4 (empat) perkara dan aku melarang kamu dari 4 (empat) perkara, (Aku perintahkan) (1) Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, (2) Dirikanlah shalat secara sempurna dan tunaikanlah Zakat secara sempurna (3) Kerjakanlah puasa di bulan Ramadhan (4) Berikanlah 1/5 harta rampasan perang. Dan aku melarang kamu dari 4 (empat) perkara (1) 'Dubba' (kulit labu yang dikeringkan lalu dijadikan tempat arak) (3) Muzaffat (arak yang dimasukkan di dalam guci) (4) Naqir (arak yang dimasukkan ke dalam wadah berukirf''." Mereka bertanya, "Wahai Nabi Allah shallallohu’alaihi wa sallam, apakah yang kamu maksudkan yaitu 'Naqir'' Beliau menjawab, "Ya tentu, yaitu wadah dari kayu yang kamu ukir lalu kamu tuangkan 'Quthai ke dalamnya. " Sa'id berkata, "Atau sabda Nabi itu berbunyi, "Kamu masukkan kurma, kemudian kamu tuangkan air ke dalamnya, sehingga apabila sudah tidak mendidih lagi maka kamu meminumnya yang mengakibatkan salah seorang dari kamu (salah seorang dari mereka) membunuh anak pamannya sendiri dengan pedang! (karena mabuk). " Sa'id berkata, Di suatu kaum ada seorang yang terluka parah akibat perbuatan orang lain yang mabuk seperti itu. Ia mengatakan, "Saya menyembunyikan luka itu karena merasa malu terhadap Rasulullah shallallohu’alaihi wa sallam." Saya bertanya, "Dengan wadah apa kita minum wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Dengan wadah air dari kulit (asqiyatu al Adam) yang ditutup bagian mulutnya. " Mereka bertanya, "Wahai Rasullullah! sesungguhnya daerah ini banyak tikusnya, dan tidak ada wadah air dari kulit yang tersisa?" Beliau menjawab, "Walaupun wadah kulit itu dimakan tikus, walaupun kulit itu dimakan tikus." Kata Sa'id Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Asyaj Abdul Qais, "Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sifat bijaksana dan sabar. " (HR. Muslim)

Selasa, 25 November 2014

Shahih Bukhari : Kitab Aqiqah

Bab: Memberi nama anak
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنِي بُرَيْدٌ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ وُلِدَ لِي غُلَامٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ وَدَفَعَهُ إِلَيَّ وَكَانَ أَكْبَرَ وَلَدِ أَبِي مُوسَى

Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Nashr berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah ia berkata; telah menceritakan kepadaku Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa radliallahu 'anhu, ia berkata, "Anak laki-lakiku lahir, kemudian aku membawanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau lalu memberinya nama Ibrahim, beliau menyuapinya dengan kunyahan kurma dan mendoakannya dengan keberkahan, setelah itu menyerahkannya kepadaku." Ibrahim adalah anak tertua Abu Musa. (HR. Bukhari)

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَبِيٍّ يُحَنِّكُهُ فَبَالَ عَلَيْهِ فَأَتْبَعَهُ الْمَاءَ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam dari Bapaknya dari Aisyah radliallahu 'anhuma, ia berkata, "Seorang bayi dibawa ke hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang kemudian beliau suapi dengan kunyahan buah kurma, ketika bayi itu kencing, beliau memercikinya dengan air." (HR. Bukhari)

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهَا حَمَلَتْ بِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ بِمَكَّةَ قَالَتْ فَخَرَجْتُ وَأَنَا مُتِمٌّ فَأَتَيْتُ الْمَدِينَةَ فَنَزَلْتُ قُبَاءً فَوَلَدْتُ بِقُبَاءٍ ثُمَّ أَتَيْتُ بِهِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعْتُهُ فِي حَجْرِهِ ثُمَّ دَعَا بِتَمْرَةٍ فَمَضَغَهَا ثُمَّ تَفَلَ فِي فِيهِ فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ دَخَلَ جَوْفَهُ رِيقُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ حَنَّكَهُ بِالتَّمْرَةِ ثُمَّ دَعَا لَهُ فَبَرَّكَ عَلَيْهِ وَكَانَ أَوَّلَ مَوْلُودٍ وُلِدَ فِي الْإِسْلَامِ فَفَرِحُوا بِهِ فَرَحًا شَدِيدًا لِأَنَّهُمْ قِيلَ لَهُمْ إِنَّ الْيَهُودَ قَدْ سَحَرَتْكُمْ فَلَا يُولَدُ لَكُمْ

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Nashr berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Asma binti Abu Bakar radliallahu 'anhuma, Bahwasanya di Makkah ia hamil karena hubungannya dengan Abdullah bin Zubair (suaminya). Ia berkata, "Aku lalu keluar menuju Madinah, ketika sampai di Quba, aku singgah dan melahirkan di sana. Aku lalu membawa bayiku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan aku letakkan di pangkuannya. Kemudian Beliau minta diambilkan buah kurma, lalu mengunyahnya untuk kemudian meludahkannya ke dalam bayiku. Maka pertama kali yang masuk ke dalam perutnya adalah ludah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau memberi kunyahan kurma dan mendoakan keberkahan kepadanya. Dia adalah bayi pertama yang lahir dalam Islam. Orang-orang pun bangga, sebab telah dikatakan kepada mereka 'sesungguhnya orang-orang Yahudi telah menyihir kalian, sehingga kalian tidak akan memiliki anak'." (HR. Bukhari)

حَدَّثَنَا مَطَرُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَوْنٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ ابْنٌ لِأَبِي طَلْحَةَ يَشْتَكِي فَخَرَجَ أَبُو طَلْحَةَ فَقُبِضَ الصَّبِيُّ فَلَمَّا رَجَعَ أَبُو طَلْحَةَ قَالَ مَا فَعَلَ ابْنِي قَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ هُوَ أَسْكَنُ مَا كَانَ فَقَرَّبَتْ إِلَيْهِ الْعَشَاءَ فَتَعَشَّى ثُمَّ أَصَابَ مِنْهَا فَلَمَّا فَرَغَ قَالَتْ وَارُوا الصَّبِيَّ فَلَمَّا أَصْبَحَ أَبُو طَلْحَةَ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ أَعْرَسْتُمْ اللَّيْلَةَ قَالَ نَعَمْ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمَا فَوَلَدَتْ غُلَامًا قَالَ لِي أَبُو طَلْحَةَ احْفَظْهُ حَتَّى تَأْتِيَ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَى بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَرْسَلَتْ مَعَهُ بِتَمَرَاتٍ فَأَخَذَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَمَعَهُ شَيْءٌ قَالُوا نَعَمْ تَمَرَاتٌ فَأَخَذَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَضَغَهَا ثُمَّ أَخَذَ مِنْ فِيهِ فَجَعَلَهَا فِي فِي الصَّبِيِّ وَحَنَّكَهُ بِهِ وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَنَسٍ وَسَاقَ الْحَدِيثَ

Telah menceritakan kepada kami Mathar Ibnul Fadll berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Aun dari Anas bin Sirin dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu, ia berkata, "Anak Abu Thalhah sedang sakit, ketika Abu Thalhah keluar anaknya meninggal. Dan ketika Abu Thalhah kembali ia bertanya, "Bagaimana keadaan anakku?" Ummu Sulaim menjawab, "Dia lebih tenang dari sebelumnya." Ummu Sulaim kemudian menyuguhkan makan malam, maka Abu Thalhah pun makan malam kemudian bersetubuh dengannya. Setelah selesai (dari jima') Ummu Sulaim berkata, "Anakmu telah dikuburkan." Maka diwaktu pagi, Abu Thalhah mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mengabarkan kejadian tersebut. Beliau bertanya: "Kalian tadi malam menjadi pengantin?" Abu Thalhah menjawab, "Ya." Beliau pun berdoa: "Ya Allah, berkahilah keduanya." Ummu Sulaim kemudian melahirkan seorang anak, lalu Abu Thalhah berkata kepadaku, "Jagalah ia hingga engkau bawa ke hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Anas kemudian membawa bayi tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan Ummu Sulaim membekalinya dengan beberapa kurma. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian meraih bayi Abu Thalhah, beliau lalu bertanya: "Apakah ia (Anas) membawa sesuatu?" para sahabat menjawab, "Ya. Beberapa butir kurma." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mengambil kurma dan menguyahnya, kemudian beliau ambil kunyahan dari mulutnya dan memasukkannya ke dalam mulut sang bayi, baru setelah itu memberinya nama Abdullah." Telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Ady dari Ibnu Aun dari Muhammad dari Anas lalu ia menyebutkan hadits tersebut."

Bab: Membuang kotoran pada anak saat akikah
حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ وَقَالَ حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ وَقَتَادَةُ وَهِشَامٌ وَحَبِيبٌ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ عَاصِمٍ وَهِشَامٍ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ عَنْ الرَّبَابِ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَوَاهُ يَزِيدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ قَوْلَهُ وَقَالَ أَصْبَغُ أَخْبَرَنِي ابْنُ وَهْبٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ حَدَّثَنَا سَلْمَانُ بْنُ عَامِرٍ الضَّبِّيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'man berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Muhammad dari Sulaiman bin Amir, ia berkata, "Pada anak lelaki ada kewajiban akikah." Dan Hajjaj berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad berkata, telah mengabarkan kepada kami Ayyub dan Qatadah dan Hisyam dan Habib dari Ibnu Sirin dari Salman dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan berkata tidak satu orang dari Ashim dan Hisyam dari Hafshah binti Sirin dari Ar Rabab dari Salman bin Amir Adl Dlabiyyi dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Yazid bin Ibrahim juga menceritakan dari Ibnu Sirin dari Salman perkataannya, dan Ashbagh berkata, telah mengabarkan kepadaku Ibnu Wahb dari Jarir bin Hazim dari Ayyub As Sakhtiyani dari Muhammad bin Sirin berkata, telah menceritakan kepada kami Salman bin Amir Adl Dlabbi ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada anak lelaki ada kewajiban 'akikah, maka potongkanlah hewan sebagai akikah dan buanglah keburukan darinya." (HR. Bukhari)

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ حَدَّثَنَا قُرَيْشُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ قَالَ أَمَرَنِي ابْنُ سِيرِينَ أَنْ أَسْأَلَ الْحَسَنَ مِمَّنْ سَمِعَ حَدِيثَ الْعَقِيقَةِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ مِنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ

Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abul Aswad berkata, telah menceritakan kepada kami Quraiys bin Anas dari Habib bin Asy Syahid ia berkata, "Ibnu Sirin menyuruhku agar aku bertanya kepada Al Hasan dari siapa ia mendengar hadits tentang akikah, aku pun menanyakannya, dia lalu menjawab, "Dari Samurah bin Jundub." (HR. Bukhari)

Bab: Al Fara'
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ أَخْبَرَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا فَرَعَ وَلَا عَتِيرَةَ وَالْفَرَعُ أَوَّلُ النِّتَاجِ كَانُوا يَذْبَحُونَهُ لِطَوَاغِيتِهِمْ وَالْعَتِيرَةُ فِي رَجَبٍ

Telah menceritakan kepada kami Abdan berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar berkata, telah mengabarkan kepada kami Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak ada Fara' dan Atirah. Fara' adalah anak pertama seekor unta yang mereka sembelih untuk sesembahan mereka, dan Atirah adalah hewan (kambing) yang mereka potong di bulan rajab." (HR. Bukhari)

Bab: Al Atirah
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ الزُّهْرِيُّ حَدَّثَنَا عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا فَرَعَ وَلَا عَتِيرَةَ قَالَ وَالْفَرَعُ أَوَّلُ نِتَاجٍ كَانَ يُنْتَجُ لَهُمْ كَانُوا يَذْبَحُونَهُ لِطَوَاغِيَتِهِمْ وَالْعَتِيرَةُ فِي رَجَبٍ

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata; Az Zuhri telah menceritakan kepada kami dari Sa'id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak ada Fara' dan Atirah." Beliau lalu jelaskan: "Fara' adalah anak pertama seekor unta yang mereka sembelih untuk sesembahan mereka, dan Atirah adalah hewan (kambing) yang mereka potong di bulan rajab." (HR. Bukhari)