Breaking News
recent

Guru Anti Buku


Guru merupakan ujung tombak dalam meneruskan perjuangan para pahlawan. Gurulah yang tiap hari berusaha untuk menciptakan generasi baru yang lebih bermutu dari pada sebelumnya. Dari tangannya lahirlah seorang bupati, menteri dan bahkan seorang presiden, oleh karena itu guru adalah slah satu kunci untuk memajukan bangsa ini.
Seorang guru bertugas untuk mendidik para siswa agar menjadi manusia yang mempunyai akhlak dan berilmu. Selain mendidik siswa, guru juga mempunyai tugas untuk selalu menyesuaikan dengan zaman dengan cara meningkatkan kemampuannya sendiri, salah satunya adalah dengan menambah ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan membaca. Dengan membaca seseorang akan mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan, dan dengan membaca kita dapat mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan.
Guru dan buku merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, karena buku merupakan sumber ilmu yang nantinya akan disampaikan kepada muridnya dan buku juga berfungsi sebagai alat dalam mendidik bagi seorang guru. Dan dalam buku pula tersimpan ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh semua masyarakat. Guru tanpa buku ibarat seorang penulis tanpa pensil dan kertas, layaknya petani tanpa cangkul dan sabit, ibarat pemancing tanpa kail, mereka tidak akan tahu apa yang akan mereka kerjakan. Buku adalah nyawa bagi seorang guru. Namun kenyataannya, sebagian besar masyarakat kita seolah-olah anti dengan buku, tak terkecuali seorang yang berprofesi sebagaia seorang guru. Masih banyak diantara kita guru yang jarang, bahkan tidak pernah pergi ke toko buku untuk membeli buku guna menambah ilmu pengetahuan. Ada yang beralasan gaji yang di dapatkan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi untuk membeli buku. Alasan seperti inilah yang senantiasa keluar dari diri mereka yang berusaha untuk membenarkan apa yang mereka pikirkan.
Jika nelihat realita sekarang ini, tentu keadaan sudah berubah, gaji guru oleh pemerintah telah diperhatikan oleh pemerintah yang dibuktikan dengan adanya kenaikan gaji PNS dan adanya program sertifikasi. Dengan adanya program seperti itu penghasilan seorang guru sudah lumayan bila dibandingkan sebelumnya. Jika beralasan gajinya kurang, maka tidak tepat. Jika memang mau menyisihkan sebagiannya untuk membeli buku tetap bisa, karena harga buku hanya berkisar Rp 40.000 – Rp 100.000, dan kita dapat membelinya dengan mudah. Dan anehnya, dalam beberapa dan mungkin banyak kasus, penulis menjumpai justru seorang guru hanya mengandalkan LKS/Bahan ajar/Modul pembelajaran, sedangkan yang lainnya sering meminjam buku yang dimiliki muridnya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka merupakan guru yang anti buku, jika memang tidak anti buku, kita bisa menerapkan tes beberapa hal kepada mereka, yang antara lain
  1. Berapa banyak buku yang dimilikinya selama menjadi guru?
  2. Berapa banyak buku yang telah dibacanya?
  3. Berapa kali pergi ke toko buku dalam 6 bulan ?
  4. Kapan terakhir pergi ke tokok buku ?
  5. Sebutkan 10 nama penerbit buku ?
  6. Sebutkan 10 nama penulis buku ?
  7. Sebutkan 10 judul bukubeserta isinya ?
  8. Sebutkan 10 nama toko buku didaerah sekitar beserta letaknya ?
Dengan mengajukan pertanyaan seperti ini kita akan mengetahui siapa yang kutu buku dan siapa yang anti buku. Dan dengan cara seperti ini kita akan mengetahui guru yang peduli dengan pendidikan dan yang kurang peduli.

No comments:

Post a Comment

Bagi para pengunjung web ini, diharapkan untuk memberikan komentar, kritik atau saran demi semakin baiknya kualitas web yang dikelola admin. Jika ada yang berniat untuk mengkopi artikel harap menuliskan sumbernya, berupa URL artikel yang dicopy. Jika ada yang ingin artikelnya ditampilkan di web ini harap mengirimkan ke orangelifes@gmail.com.

Powered by Blogger.