Seorang guru
bertugas untuk mendidik para siswa agar menjadi manusia yang mempunyai akhlak
dan berilmu. Selain mendidik siswa, guru juga mempunyai tugas untuk selalu menyesuaikan
dengan zaman dengan cara meningkatkan kemampuannya sendiri, salah satunya
adalah dengan menambah ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan membaca. Dengan
membaca seseorang akan mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan, dan dengan
membaca kita dapat mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan.
Guru dan buku
merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, karena buku merupakan sumber
ilmu yang nantinya akan disampaikan kepada muridnya dan buku juga berfungsi
sebagai alat dalam mendidik bagi seorang guru. Dan dalam buku pula tersimpan
ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh semua masyarakat. Guru tanpa buku
ibarat seorang penulis tanpa pensil dan kertas, layaknya petani tanpa cangkul
dan sabit, ibarat pemancing tanpa kail, mereka tidak akan tahu apa yang akan
mereka kerjakan. Buku adalah nyawa bagi seorang guru. Namun kenyataannya,
sebagian besar masyarakat kita seolah-olah anti dengan buku, tak terkecuali
seorang yang berprofesi sebagaia seorang guru. Masih banyak diantara kita guru
yang jarang, bahkan tidak pernah pergi ke toko buku untuk membeli buku guna
menambah ilmu pengetahuan. Ada yang beralasan gaji yang di dapatkan tidak
mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi untuk membeli buku. Alasan
seperti inilah yang senantiasa keluar dari diri mereka yang berusaha untuk
membenarkan apa yang mereka pikirkan.
Jika nelihat realita sekarang ini, tentu keadaan sudah berubah,
gaji guru oleh pemerintah telah diperhatikan oleh pemerintah yang dibuktikan
dengan adanya kenaikan gaji PNS dan adanya program sertifikasi. Dengan adanya
program seperti itu penghasilan seorang guru sudah lumayan bila dibandingkan
sebelumnya. Jika beralasan gajinya kurang, maka tidak tepat. Jika memang mau
menyisihkan sebagiannya untuk membeli buku tetap bisa, karena harga buku hanya
berkisar Rp 40.000 – Rp 100.000, dan kita dapat membelinya dengan mudah. Dan
anehnya, dalam beberapa dan mungkin banyak kasus, penulis menjumpai justru
seorang guru hanya mengandalkan LKS/Bahan ajar/Modul pembelajaran, sedangkan
yang lainnya sering meminjam buku yang dimiliki muridnya. Hal ini menunjukkan
bahwa mereka merupakan guru yang anti buku, jika memang tidak anti buku, kita
bisa menerapkan tes beberapa hal kepada mereka, yang antara lain
- Berapa banyak buku yang dimilikinya selama menjadi guru?
- Berapa banyak buku yang telah dibacanya?
- Berapa kali pergi ke toko buku dalam 6 bulan ?
- Kapan terakhir pergi ke tokok buku ?
- Sebutkan 10 nama penerbit buku ?
- Sebutkan 10 nama penulis buku ?
- Sebutkan 10 judul bukubeserta isinya ?
- Sebutkan 10 nama toko buku didaerah sekitar beserta letaknya ?
Dengan
mengajukan pertanyaan seperti ini kita akan mengetahui siapa yang kutu buku dan
siapa yang anti buku. Dan dengan cara seperti ini kita akan mengetahui guru
yang peduli dengan pendidikan dan yang kurang peduli.
No comments:
Post a Comment
Bagi para pengunjung web ini, diharapkan untuk memberikan komentar, kritik atau saran demi semakin baiknya kualitas web yang dikelola admin. Jika ada yang berniat untuk mengkopi artikel harap menuliskan sumbernya, berupa URL artikel yang dicopy. Jika ada yang ingin artikelnya ditampilkan di web ini harap mengirimkan ke orangelifes@gmail.com.